Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
3.618 Napi di Bali Nyoblos di Lapas, Antusiasme Tinggi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali mengikuti pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, pada Rabu 14 Februari 2024.
Berdasarkan data dari Kanwil Kemenkumham Bali, terdapat 3.935 warga binaan yang terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dari jumlah tersebut, 3.618 orang merupakan WBP laki-laki dan 317 orang WBP perempuan.
Menurut Kepala Kanwil Kemenkumham Bali, Romi Yudianto, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran proses pencoblosan di Rutan dan Lapas di Bali. Petugas keamanan juga disiagakan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilihan berlangsung.
"Kami ingin memastikan bahwa semua warga binaan mendapatkan hak pilihnya dan proses pemilu berjalan dengan aman dan demokratis. Kemenkumham Bali juga telah berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu Bali untuk memastikan hak pilih warga binaan dapat terpenuhi," kata Romi.
Ia juga memberikan imbauan kepada seluruh warga binaan untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pencoblosan berlangsung.
"Saya berharap kegiatan pencoblosan dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Seluruh WBP diharapkan untuk dapat menjaga keamanan dan ketertiban, walaupun pilihan kita berbeda antara satu dengan yang lain, namun jangan sampai hal tersebut menimbulkan perselisihan," imbau Romi.
Sementara itu antusiasme warga binaan untuk mengikuti pencoblosan cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya warga binaan yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sejak pagi hari.
Proses pencoblosan di Lapas dan Rutan diawasi langsung oleh petugas KPU dan Bawaslu. Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mendatangi Lapas dan Rutan untuk mendirikan TPS khusus.
Penyelenggaraan pemilu di Lapas dan Rutan merupakan wujud demokrasi yang inklusif. Hal ini menunjukkan bahwa semua warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani hukuman, memiliki hak untuk memilih pemimpin bangsa.
"Pencoblosan di Lapas dan Rutan berjalan dengan lancar dan aman. Antusiasme warga binaan cukup tinggi untuk mengikuti pesta demokrasi. Hal ini menunjukkan bahwa mereka ingin terlibat dalam proses demokrasi dan menentukan masa depan bangsa," ungkap Romi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan