Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Putra Mantan CEO Youtube Ditemukan Meninggal di Asrama Kampus
BERITABALI.COM, DUNIA.
Putra mantan CEO YouTube Susan Wojcicki yang berusia 19 tahun ditemukan tewas di Universitas California, Berkeley, pada hari Selasa lalu.
Kabar duka ini diungkapkan oleh sang nenek, sther Wojcicki, di akun Facebook.
"Cucuku tercinta Marco Troper, usia 19 tahun meninggal dunia kemarin. Keluarga kami sangat terpukul," kata Esther Wojcicki dikutip dari NBC News.
Troper adalah seorang siswa yang tinggal di Kampus Clark Kerr, di sebuah asrama mahasiswa - ditemukan tidak sadarkan diri pada hari Selasa sekitar pukul 16:23 waktu setempat, kata juru bicara UC Berkeley Janet Gilmore.
Sang nenek menyebut bahwa Troper adalah "manusia yang paling baik hati, penyayang, cerdas, menyenangkan, dan tampan."
Departemen Pemadam Kebakaran Berkeley menanggapi kompleks tersebut dan memberi tahu Departemen Kepolisian Universitas California bahwa mereka "mencoba melakukan tindakan penyelamatan nyawa" terhadap mahasiswa tersebut, kata Gilmore. Pada saat polisi kampus tiba, BFD telah menyatakan dia meninggal.
Gilmore mengatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan. Namun saat ini penyelidikan masih dilakukan.
Meskipun penyebab kematian Troper belum ditentukan, Esther Wojcicki mengatakan kepada SF Gate bahwa dia yakin cucunya meninggal karena overdosis obat. Dia mengatakan pihak keluarga sedang menunggu hasil laporan toksikologi.
"Dia menelan obat, dan kami tidak tahu apa isinya. Satu hal yang kami tahu, itu adalah obat."," katanya kepada SF Gate.
"Kami ingin mencegah hal ini terjadi pada keluarga lain," kata Esther Wojcicki kepada SF Gate.
Menurut neneknya, Troper "baru saja memulai" semester kedua tahun pertamanya di UC Berkeley, di mana dia mengambil jurusan matematika "dan sangat menyukainya."
Selain "berkembang secara akademis, Troper disebut memiliki "komunitas pertemanan yang kuat, baik dari asrama maupun lainnya.
"Di rumah, dia menceritakan kepada kami kisah-kisah tak berujung tentang kehidupannya dan teman-temannya di Berkeley," tulisnya.
"Hidup Marco terpotong terlalu singkat. Dan kami semua sangat terpukul memikirkan semua peluang dan pengalaman hidup yang akan dia lewatkan dan akan kita lewatkan bersama," kata Esther Wojcicki.
"Marco, kami semua mencintaimu dan merindukanmu lebih dari yang kamu sadari."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun