Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Babinsa di Kerobokan Dikeroyok Sejumlah Pemuda Buat Ribut di Kafe
BERITABALI.COM, BADUNG.
Para pendatang asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merantau ke Bali dan bekerja sebagai buruh proyek, kian menjadi sorotan.
Pasalnya, kurun waktu dua bulan ini mereka acap membuat gaduh, berkelahi, hingga nekat melakukan aksi tawuran melawan warga setempat. Walau sudah ada yang ditangkap Polisi sebagai langkah efek jera, tapi mereka tetap tidak ada peduli dan terus melakukan keributan.
Teranyar, sekelompok pemuda Sumba NTT mengeroyok personel TNI-AD yang bertugas sebagai anggota Babinsa di Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Pengeroyokan itu terjadi di Cafe Tuak Rembulan di Jalan Gunung Sanghyang, Lingkungan Jambe, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, pada Sabtu 24 Februari 2024 sekitar pukul 01.24 dini hari.
Anggota Babinsa bernama Serda Candra Gunawan asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu dikeroyok oleh 9 orang pria dan satu orang perempuan. Kesemuanya warga asal Sumba NTT.
Sumber di lapangan menyebutkan, insiden pengeroyokan itu karena salah paham. Anggota Babinsa itu awalnya datang ke Cafe Tuak Rembulan karena mendapat informasi ada keributan. Karena disana merupakan lokasi Desa binaanya, korban mendatangi dan mengecek TKP.
Sesampainya di lokasi remang remang tersebut, anggota Babinsa itu menemukan para pelaku dalam kondisi mabuk minuman keras (miras) sedang cekcok dengan pelayan cafe. Selanjutnya, korban berusaha melerai agar tidak gaduh. Tapi ternyata mereka tidak terima.
"Korban anggota Babinsa itu awalnya dipukul oleh 1 orang, dan diikuti rekan rekannya," beber sumber, pada Minggu 25 Februari 2024.
Sebelumnya, cekcok di cafe terjadi antara waitress bernama Iffah Evangeline Maharani Pratiwi (27). Perempuan asal Jember, Jawa Timur itu sempat menegur kelompok pembuat keributan itu karena tidak tertib. Namun, para pelaku tidak terima hingga terjadi pertengkaran mulut.
"Karena terjadi keributan, anggota Babinsa itu berusaha meredam keributan itu namun para pelaku beringas dan mengeroyok korban. Ada yang memukul pakai tangan kosong ada pula yang lempar pakai kursi," ujar sumber.
Dalam keributan itu, korban dipukul beramai-ramai hingga mengalami bengkak di bibir dan tangan. Saat dikeroyok, korban tidak melakukan perlawanan. Usai mengeroyok korban, para pelaku ngacir. Korban selanjutnya menghubungi Polsek Kuta Utara dan beberapa orang sudah diamankan.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Wasono membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya sudah mengamankan 3 orang pelaku pengeroyokan dan beberapa saat kemudian berhasil menangkap otak pelaku.
"Pelaku utamanya kita berhasil tangkap kemarin malam (Sabtu malam). Mereka masih diperiksa," ungkap AKBP Teguh ke awak media, pada Minggu 25 Februari 2024.
Keterangan terpisah, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Agung Udayana membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan korban datang ke TKP setelah mendapat telepon dari pemilik cafe. Korban datang ke lokasi itu tujuan untuk meredam keributan malah dia yang jadi korban.
"Korban datang ke sana memang tidak pakai seragam TNI. Dia datang setelah ditelepon oleh pemilik cafe di tempat kejadian perkara. Sebagai pribadi saya apresiasi dengan respons Babinsa ini. Dari situ saya melihat dia berhasil membangun relasi yang baik dengan warga di desa binaannya," ungkap Kolonel Agung ke awak media kemarin siang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7795 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan