Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Pertemuan Israel dengan Mediator Sudah Sepaham Soal Pembebasan Sandera
beritabali.com/cnnindonesia.com/Pertemuan Israel dengan Mediator Sudah Sepaham Soal Pembebasan Sandera
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat mengatakan pertemuan Israel dengan mediator Qatar dan Mesir telah sepaham soal kesepakatan pembebasan sandera dan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Hal tersebut diungkapkan oleh Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan setelah keempat negara tersebut bertemu di Paris, Prancis, pada Sabtu (24/2).
"Perwakilan Israel, Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar bertemu di Paris dan mencapai kesepahaman di antara keempatnya soal seperti apa bentuk kesepakatan penyanderaan untuk gencatan senjata sementara," ujar Jake Sullivan kepada CNN, Minggu (25/2).
Meski demikian, keempat negara tersebut masih menyusun detail negosiasinya. Selain itu, Qatar dan Mesir selaku mediator juga masih harus membahas persoalan tersebut dengan kelompok Hamas.
"Ini masih dalam tahap negosiasi untuk menyelesaikan rinciannya. Harus ada diskusi tidak langsung antara Qatar dan Mesir dengan Hamas karena pada akhirnya mereka harus setuju untuk membebaskan para sandera," jelasnya.
"Hal tersebut sedang berlangsung. Kami berharap dalam beberapa hari mendatang, kami dapat mencapai titik di mana terdapat kesepakatan yang tegas dan final mengenai masalah ini," lanjutnya.
Israel melancarkan agresi ke Gaza sejak 7 Oktober. Mereka juga mendeklarasikan perang melawan Hamas.
Sejak agresi pecah, Hamas menahan 130 sandera dari Israel. Sementara, Negeri Zionis itu menahan ribuan warga Palestina yang berada di balik jeruji besi.
Gencatan senjata juga baru pernah dilakukan satu kali ketika berlangsung selama satu minggu pada November lalu. Selama masa gencatan senjata, baik Hamas maupun Israel sama-sama saling membebaskan ratusan sandera dan tahanan.
Selama agresi, pasukan Zionis menggempur habis-habisan warga dan objek sipil seperti rumah sakit hingga kamp pengungsian.
Hingga kini lebih dari 29.000 jiwa orang Palestina meninggal dan ratusan ribu rumah warga hancur akibat serangan Israel.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2283 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan