Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Rematch, Trump-Biden Resmi Akan Tarung Lagi di Pilpres 2024 AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan mantan Presiden Donald Trump resmi bakal kembali bertarung memperebutkan pucuk kekuasaan pada November mendatang.
Berdasarkan hasil pemilu pendahuluan di sejumlah negara bagian, Biden berhasil meraup suara yang cukup untuk menjadi kandidat resmi calon presiden (capres) AS dari Partai Demokrat. Biden setidaknya butuh 1.968 delegasi untuk memenangkan nominasi.
Presiden 81 tahun itu akhirnya berhasil melampaui angka tersebut pada Selasa (12/3) malam ketika hasil perhitungan keluar dari Georgia. Hasil perhitungan dengan suara yang memuaskan juga datang dari Mississippi.
Beberapa jam setelahnya, Trump dikabarkan sukses meraih 1.215 delegasi. Jumlah ini merupakan syarat bagi Trump untuk mengamankan posisinya sebagai kandidat dari Partai Republik.
"Para pemilih sekarang punya pilihan untuk menentukan masa depan negara ini. Apakah kita akan berdiri dan membela demokrasi atau membiarkan orang lain meruntuhkannya? Akankah kita mengembalikan hak untuk memilih dan melindungi kebebasan kita atau membiarkan ekstremis merampasnya pergi?" kata Biden, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (13/3).
Pada Jumat di Roma, Georgia, Trump menyerukan lagi klaimnya bahwa pemilu 2020 lalu diliputi kecurangan. Dia juga menuding pengacara Fulton County, Fani Willis, mengadilinya karena alasan politis.
Eks presiden berusia 77 tahun itu bahkan menyerang Biden karena gagal membendung arus migran di perbatasan selatan AS. Trump berniat menggunakan isu ini sebagai prioritas kampanyenya mengalahkan Biden.
Pertarungan kembali presiden AS terakhir kali terjadi pada 1956. Saat itu, Presiden Partai Republik Dwight Eisenhower mengalahkan mantan Gubernur Illinois Adlai Stevenson, seorang Demokrat, untuk kedua kalinya.
Tahun ini, para pemilih tidak antusias-antusias amat untuk merasakan lagi suasana pemilu 2020 lalu yang panas. Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan Biden dan Trump tak lagi populer di kalangan mayoritas pemilih.
Berbagai dakwaan kriminal yang diajukan kepada Trump dapat membahayakan posisinya di kalangan pemilih pinggiran kota, yang rata-rata berpendidikan tinggi. Trump saat ini menghadapi 91 dakwaan kejahatan dalam empat dakwaan terpisah.
Sementara itu, Biden mulai disangsikan karena para pemilih merasa ia terlalu tua untuk memerintah negara. Biden juga tak lagi menggiurkan karena kegagalannya mengatasi krisis di perbatasan AS-Meksiko.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2722 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun