Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Rematch, Trump-Biden Resmi Akan Tarung Lagi di Pilpres 2024 AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan mantan Presiden Donald Trump resmi bakal kembali bertarung memperebutkan pucuk kekuasaan pada November mendatang.
Berdasarkan hasil pemilu pendahuluan di sejumlah negara bagian, Biden berhasil meraup suara yang cukup untuk menjadi kandidat resmi calon presiden (capres) AS dari Partai Demokrat. Biden setidaknya butuh 1.968 delegasi untuk memenangkan nominasi.
Presiden 81 tahun itu akhirnya berhasil melampaui angka tersebut pada Selasa (12/3) malam ketika hasil perhitungan keluar dari Georgia. Hasil perhitungan dengan suara yang memuaskan juga datang dari Mississippi.
Beberapa jam setelahnya, Trump dikabarkan sukses meraih 1.215 delegasi. Jumlah ini merupakan syarat bagi Trump untuk mengamankan posisinya sebagai kandidat dari Partai Republik.
"Para pemilih sekarang punya pilihan untuk menentukan masa depan negara ini. Apakah kita akan berdiri dan membela demokrasi atau membiarkan orang lain meruntuhkannya? Akankah kita mengembalikan hak untuk memilih dan melindungi kebebasan kita atau membiarkan ekstremis merampasnya pergi?" kata Biden, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (13/3).
Pada Jumat di Roma, Georgia, Trump menyerukan lagi klaimnya bahwa pemilu 2020 lalu diliputi kecurangan. Dia juga menuding pengacara Fulton County, Fani Willis, mengadilinya karena alasan politis.
Eks presiden berusia 77 tahun itu bahkan menyerang Biden karena gagal membendung arus migran di perbatasan selatan AS. Trump berniat menggunakan isu ini sebagai prioritas kampanyenya mengalahkan Biden.
Pertarungan kembali presiden AS terakhir kali terjadi pada 1956. Saat itu, Presiden Partai Republik Dwight Eisenhower mengalahkan mantan Gubernur Illinois Adlai Stevenson, seorang Demokrat, untuk kedua kalinya.
Tahun ini, para pemilih tidak antusias-antusias amat untuk merasakan lagi suasana pemilu 2020 lalu yang panas. Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan Biden dan Trump tak lagi populer di kalangan mayoritas pemilih.
Berbagai dakwaan kriminal yang diajukan kepada Trump dapat membahayakan posisinya di kalangan pemilih pinggiran kota, yang rata-rata berpendidikan tinggi. Trump saat ini menghadapi 91 dakwaan kejahatan dalam empat dakwaan terpisah.
Sementara itu, Biden mulai disangsikan karena para pemilih merasa ia terlalu tua untuk memerintah negara. Biden juga tak lagi menggiurkan karena kegagalannya mengatasi krisis di perbatasan AS-Meksiko.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan