Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
30 Tahun Berkuasa, Putin Diprediksi Kuat Menang Lagi Pemilu Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden bertahan Vladimir Putin digadang-gadang bakal mengamankan lagi kursi kekuasaannya yang sudah diduduki selama 25 tahun usai meraih suara terbanyak dalam pemilu Rusia 2024.
Dengan lebih dari 50 persen suara yang telah dihitung, Komisi Pusat Pemilu Rusia (CEC) memaparkan Putin meraih 87,3 persen suara.
Hasil pemilu tersebut menjadikan Putin akan menjadi Presiden Rusia lagi hingga setidaknya 2030 mendatang, ketika dia berusia 77 tahun.
Putin pun menjadi pemimpin Rusia yang paling lama berkuasa setelah diktator Uni Soviet Joseph Stalin.
Kemenangan Putin di pemilu Rusia 2024 ini pun menjadikannya berhasil menjabat sebagai penguasa selama tiga dekade berturut-turut.
Dikutip CNN, beberapa negara, pengamat, hingga analis politik internasional, menilai pemilu Rusia 2024 ini sebagai pemilu semu.
Sebab, Putin hanya dihadapkan dengan tiga pesaing calon presiden dan semuanya sangat pro-Kremlin.
Sementara itu, sebagian besar tokoh oposisi Putin dibungkam, dilarang ikut mencalonkan diri di pemilu, dipenjara, hingga tewas.
Dalam pidatonya pada Minggu (17/3), Putin mengatakan hasil pemilu Rusia 2024 menggambarkan bagaimana warganya masih mempercayai kepemimpinannya selama ini.
"Saya ingin berterima kasih kepada Anda semua, seluruh penduduk negara ini, terkait dukungan dan kepercayaan selama ini," kata Putin dalam jumpa pers di markas kampanyenya di Moskow seperti dikutip AFP.
Putin juga menyinggung sejumlah protes yang pecah di Rusia menentang gelaran pemilu yang dianggap palsu.
Putin mengatakan akan mengambil langkah hukum terhadap orang-orang yang merusak surat suara pemilu.
"Orang-orang yang merusak surat suara mereka... Orang-orang seperti ini harus ditangani," kata Putin.
Pernyataan itu diutarakan Putin menyusul pihak oposisi yang sebelumnya menyerukan kepada warga Rusia untuk datang ke tempat pemungutan suara dan merusak surat suara sebagai bentuk protes.
Demonstrasi juga sempat pecah di beberapa titik hingga berakhir dengan penangkapan warga.
Meski begitu, Putin menyebut seluruh protes itu tidak memiliki dampak terhadap gelaran pemilu dan pemerintah.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan