Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
30 Tahun Berkuasa, Putin Diprediksi Kuat Menang Lagi Pemilu Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden bertahan Vladimir Putin digadang-gadang bakal mengamankan lagi kursi kekuasaannya yang sudah diduduki selama 25 tahun usai meraih suara terbanyak dalam pemilu Rusia 2024.
Dengan lebih dari 50 persen suara yang telah dihitung, Komisi Pusat Pemilu Rusia (CEC) memaparkan Putin meraih 87,3 persen suara.
Hasil pemilu tersebut menjadikan Putin akan menjadi Presiden Rusia lagi hingga setidaknya 2030 mendatang, ketika dia berusia 77 tahun.
Putin pun menjadi pemimpin Rusia yang paling lama berkuasa setelah diktator Uni Soviet Joseph Stalin.
Kemenangan Putin di pemilu Rusia 2024 ini pun menjadikannya berhasil menjabat sebagai penguasa selama tiga dekade berturut-turut.
Dikutip CNN, beberapa negara, pengamat, hingga analis politik internasional, menilai pemilu Rusia 2024 ini sebagai pemilu semu.
Sebab, Putin hanya dihadapkan dengan tiga pesaing calon presiden dan semuanya sangat pro-Kremlin.
Sementara itu, sebagian besar tokoh oposisi Putin dibungkam, dilarang ikut mencalonkan diri di pemilu, dipenjara, hingga tewas.
Dalam pidatonya pada Minggu (17/3), Putin mengatakan hasil pemilu Rusia 2024 menggambarkan bagaimana warganya masih mempercayai kepemimpinannya selama ini.
"Saya ingin berterima kasih kepada Anda semua, seluruh penduduk negara ini, terkait dukungan dan kepercayaan selama ini," kata Putin dalam jumpa pers di markas kampanyenya di Moskow seperti dikutip AFP.
Putin juga menyinggung sejumlah protes yang pecah di Rusia menentang gelaran pemilu yang dianggap palsu.
Putin mengatakan akan mengambil langkah hukum terhadap orang-orang yang merusak surat suara pemilu.
"Orang-orang yang merusak surat suara mereka... Orang-orang seperti ini harus ditangani," kata Putin.
Pernyataan itu diutarakan Putin menyusul pihak oposisi yang sebelumnya menyerukan kepada warga Rusia untuk datang ke tempat pemungutan suara dan merusak surat suara sebagai bentuk protes.
Demonstrasi juga sempat pecah di beberapa titik hingga berakhir dengan penangkapan warga.
Meski begitu, Putin menyebut seluruh protes itu tidak memiliki dampak terhadap gelaran pemilu dan pemerintah.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1977 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun