Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Inflasi di Bali Lebih Tinggi dari Nasional, BI Meyakini Tetap Terkendali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat perkembangan harga Provinsi Bali Maret 2024 secara bulanan mengalami inflasi sebesar 0,93% (mtm), lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,61% (mtm) dan lebih tinggi dibanding inflasi nasional sebesar 0,52% (mtm).
Secara tahunan, inflasi Provinsi Bali sebesar 3,67% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,05% (yoy).
"Secara spasial, Denpasar mengalami inflasi sebesar 0,87% (mtm) atau 3,43% (yoy), Badung mengalami inflasi sebesar 1,10% (mtm) atau 3,92% (yoy), Singaraja mengalami inflasi sebesar 0,89% (mtm) atau 3,71% (yoy), dan Tabanan mengalami inflasi sebesar 0,91% (mtm) atau 3,95% (yoy)," jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, Kamis, (4/4/2024) di Denpasar.
Berdasarkan komoditasnya, inflasi terutama bersumber dari kenaikan harga daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, dan canang sari.
"Kenaikan harga daging ayam ras diprakirakan akibat kenaikan harga pakan," ujarnya.
Disamping itu, kenaikan harga beras terjadi akibat adanya pergeseran musim panen. Secara historis selama lima tahun terakhir, komoditas daging ayam ras cenderung mengalami kenaikan harga menjelang hari raya Galungan dan Kuningan serta Ramadan.
"Sementara itu, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga jagung manis dan baju kaos berkerah pria," cetusnya.
Dirinya mengatakan, April 2024, risiko yang perlu diwaspadai antara lain, kenaikan permintaan makanan jadi dan pakaian pada bulan puasa dan Idulfitri.
Selain itu, kenaikan gaji ASN dan UMP berpotensi mendorong kenaikan permintaan yang lebih tinggi dari prakiraan.
Lebih lanjut, musim kemarau basah dan periode pancaroba yang diprakirakan berlangsung pada Maret hingga April 2024, perlu diwaspadai karena dapat memunculkan virus ternak dan tumbuhan.
"TPID Provinsi dan Kabupaten atau Kota di Bali secara konsisten melakukan pengendalian inflasi dalam kerangka kebijakan 4K mulai, Melaksanakan kegiatan operasi pasar di seluruh kota atau kab di Bali, Melakukan sidak pasar untuk memastikan ketersediaan stok dan harga barang, Perluasan lahan tanam di Provinsi Bali, seperti menambah luas tanam bawang merah dan Pemetaan saluran irigasi di seluruh Bali guna memastikan kecukupan air area persawahan, dan Meningkatkan peran Perumda, antara lain dengan memasukkan Perumda ke dalam TPID dan mendorong seluruh kota atau Kabupaten memiliki Perumda," bebernya.
Melalui langkah-langkah tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2024 tetap akan terjaga dan terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1%.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 880 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 747 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 565 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 532 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik