Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 12 Juli 2026
Sopir Mengantuk, Pikap Terguling di Kerambitan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sebuah mobil pikap jenis Daihatsu Grand Max tanpa muatan terguling di Banjar Dinas Lumajang, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan atau di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk pada Kamis, (11/4) sekitar Pukul 09.30 WITA.
Kejadian ini dipicu karena supir mengantuk. Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum kejadian kendaraan pikap Daihatsu Grand Max DK 8519 FU yang dikemudikan oleh Maridwan D. Obhetan, 26 tahun dalam keadaan kosong datang dari arah utara menuju selatan atau dari jurusan Gilimanuk menuju Denpasar, berjalan dengan kecepatan sedemikian rupa.
Setibanya di lokasi kejadian, pada saat memasuki jalan lurus dan sedikit menurun diduga pengemudinya mengantuk. Selanjutnya kendaraan oleng ke kiri kemudian masuk ke dalam got dan terguling di sebelah timur jalan.
Kapolsek Kerambitan Kompol I Gusti Putu Sudara membenarkan peristiwa ini. Ia menyebutkan, pengemudi kurang berhati-hati dan diduga mengantuk.
“Sehingga kendaraan oleng dan masuk got dengan posisi terguling,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi pengemudi pikap Daihatsu Grand Max Maridwan D. Obhetan mengalami lecet di bagian kedua kaki, dalam keadaan sadar. Kendaraannya mengalami kerusakan di beberapa bagian.
“Pada bak kendaraan penyok, as balok roda depan patah, sok breker depan kiri patah, kaca depan pecah, spion kiri pecah hingga kaca lampu depan pecah,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3653 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1323 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1221 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1064 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun