Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Sadar Tak Bisa Calonkan Bupati Sendiri, Bapilu Golkar Karangasem Tebar Pesona
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sadar tak bisa mencalonkan sendiri, Golkar Karangasem intens menjalin komunikasi lintas partai politik untuk membentuk koalisi menuju Pilkada Karangasem pada bulan November 2024 mendatang.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar Karangasem, I Nyoman Mardana Wimbawa mengatakan, apapun perkembangan baik mengenai isu-isu yang mengarah kepada paket pasangan calon, serta usulan dan keinginan masyarakat secara periodik terus dilaporkan kepada pimpinan Partai.
Tentu dengan analisa yang matang, ia berharap agar kedepan Partai Golkar tidak salah dalam menentukan keputusan dan arah politik menyongsong Pilkada pada bulan November 2024 mendatang.
"Kita menyadari bahwa Partai Golkar tidak bisa mengusung calon Bupati sendiri pada Pilkada Karangasem mendatang, oleh karenanya kita juga fokus menjalin komunikasi lintas Partai. Sementara untuk arah koalisi masih cair. Akan kemana nantinya yang penting prinsip komitmen bersama punya arah ideologi yang sama untuk membangun Karangasem agar lebih baik kedepannya," terang pria yang kini menduduki dewan Karangasem tersebut, Kamis (2/5/2024).
Sementara itu, ia juga memberikan apresiasi kepada kader terbaik Partai Golkar yang mau mengikuti survey bakal calon Bupati yang dilaksanakan Partai Golkar. Ada tiga nama kader Golkar yang ikut, diantaranya, I Nengah Sumardi, Komang Bayuada Yustiawan Karna dan I Made Sukerana.
Selain kader, diluar Partai Golkar juga ada dua nama tokoh Karangasem yang mengikuti survey Partai Golkar seperti I Gusti Putu Parwata dan I Nengah Swadi.
"Prinsip Bapilu sangat mengapresiasi atas partisipasi kader maupun di luar non kader karena telah bersedia diikutkan survei. Apapun nanti penentuannya kewenangan ada di DPP," terang Mardana.
Melihat survey cabup yang sudah berjalan, tentu nantinya kajian dasarnya akan dipergunakan adalah hasil survei yang kemudian mengerucut untuk mencari kelayakan dari sisi popularitas, untuk diusulkan rekomendasi ke DPP melalui DPD Provinsi Bali.
Dalam proses ini, pengusulan rekomendasi diakui memang terlebih dahulu diutamakan kader, namun tidak menutup kemungkinan untuk di luar kader jika hasil surveinya bagus akan dijadikan sebagai pertimbangan apakah layak untuk diusulkan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan