Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Polres Gianyar Pamer 15 Pelaku Pencurian Selama Operasi Sikat Agung
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Selama Operasi Sikat Agung 2024, Unit Reskrim Polsek-polsek di wilayah hukum Polres Gianyar dan juga Satuan Reserse Kriminal Polres Gianyar berhasil mengamankan 15 pelaku tindak pidana pencurian dan juga pencurian dengan pemberatan.
Para pelaku beraksi dengan beragam cara, dari mengambil motor yang kuncinya nyantol hingga melompat ke pagar vila untuk menggasak barang berharga.
Kapolres Gianyar AKBP Ketut Widiada didampingi Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP M Gananta dan Kasi Humas Polres Gianyar Iptu I Nyoman Tantra, menyatakan kadus terbagi atas 4 kasus pencurian sepeda motor dan 11 kasus pencurian dengan pemberatan. Dari 15 orang pelaku, 1 diantaranya merupakan perempuan.
Kapolres Gianyar AKBP Ketut Widiada menjelaskan bahwa 15 pelaku ini diamankan polisi karena melakukan pencurian di beberapa tempat.
"Para pelaku ini kami amankan karena mencuri di beberapa tempat seperti di pinggir jalan, toko, rumah atau kost, villa, dan gudang. Untuk TKP nya di tiga Kecamatan. Yakni Kecamatan Gianyar, Kecamatan Sukawati, dan Kecamatan Ubud," ujarnya dalam press release, Sabtu (11/5/2024) pagi.
Sementara itu, barang bukti yang diamankan adalah sebanyak 10 unit sepeda motor, 1 unit mobil, 2 buah golok, 1 unit laptop, 3 unit handphone, 1 buah sangkar burung, 10 buah tabung gas 3 kilogram dan uang tunai senilai Rp 223.000.
"Untuk modus operandinya adalah kunci nyantol, lompat pagar, mencongkel, menyasar villa, rumah dan toko kosong, buka paksa pintu toko, dan pakai kunci korban yang dipungut," katanya.
Akibat perbuatan mereka, para pelaku diancam dengan pasal 362 dan 363 KUHP dengan ancaman 5 hingga 7 tahun penjara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun