Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
PBB: 800 Ribu Orang 'Dipaksa Mengungsi' Sejak Israel Gempur Rafah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kepala badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini mengatakan sekitar 800 ribu orang 'dipaksa mengungsi' dari Kota Rafah yang berada di bagian selatan Gaza sejak Israel memulai operasi militer di wilayah tersebut sejak awal Mei.
"Hampir setengah dari populasi Rafah atau 800.000 orang berada di jalan karena terpaksa meninggalkan kota tersebut sejak pasukan Israel memulai operasi militer di daerah itu pada 6 Mei lalu," ujar Philippe dalam sebuah posting di situs media sosial X, mengutip AFP, Sabtu (18/5).
Menyusul perintah evakuasi, warga Gaza mengungsi ke daerah tengah dan Khan Younis termasuk ke gedung-gedung yang hancur.
"Setiap kali, mereka terpaksa meninggalkan sedikit harta benda yang mereka miliki. Setiap kali, mereka harus memulai dari awal, dari awal lagi," ujar Philippe.
Israel sebelumnya menegaskan serangan darat ke Rafah sangat penting dalam perang melawan militan Palestina, dan bersikeras bahwa Rafah adalah benteng terakhir Hamas di Gaza.
Sebelum memulai operasi, Israel mengatakan kepada ratusan ribu warga Gaza yang berlindung di beberapa bagian timur kota itu untuk pergi, dan menggambarkan operasinya di sana sebagai "terbatas".
Sekutu Israel, Amerika Serikat, mengaku keberatan atas perluasan operasi di Rafah. Pasalnya, kota itu merupakan tempat 1,4 juta warga sipil Palestina berlindung dari serangan brutal zionis sejak 7 Oktober 2023.
Bentrokan sengit dan pengeboman mengguncang Rafah pada hari Sabtu, ketika Israel melancarkan serangan terhadap militan Hamas.
Laporan AFP mengungkap serangan udara dan peluru artileri menggempur bagian timur kota saat pesawat-pesawat tempur melintas di atasnya.
Lazzarini mengatakan bahwa warga mengungsi ke daerah-daerah yang tidak memiliki pasokan air atau sanitasi yang memadai.
Al-Mawasi, sebuah kota seluas 14 kilometer persegi di pesisir pantai, dan juga pusat kota Deir el-Balah, "penuh sesak" dengan para pengungsi, tambah Philippe. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun