Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
PBB: 800 Ribu Orang 'Dipaksa Mengungsi' Sejak Israel Gempur Rafah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kepala badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini mengatakan sekitar 800 ribu orang 'dipaksa mengungsi' dari Kota Rafah yang berada di bagian selatan Gaza sejak Israel memulai operasi militer di wilayah tersebut sejak awal Mei.
"Hampir setengah dari populasi Rafah atau 800.000 orang berada di jalan karena terpaksa meninggalkan kota tersebut sejak pasukan Israel memulai operasi militer di daerah itu pada 6 Mei lalu," ujar Philippe dalam sebuah posting di situs media sosial X, mengutip AFP, Sabtu (18/5).
Menyusul perintah evakuasi, warga Gaza mengungsi ke daerah tengah dan Khan Younis termasuk ke gedung-gedung yang hancur.
"Setiap kali, mereka terpaksa meninggalkan sedikit harta benda yang mereka miliki. Setiap kali, mereka harus memulai dari awal, dari awal lagi," ujar Philippe.
Israel sebelumnya menegaskan serangan darat ke Rafah sangat penting dalam perang melawan militan Palestina, dan bersikeras bahwa Rafah adalah benteng terakhir Hamas di Gaza.
Sebelum memulai operasi, Israel mengatakan kepada ratusan ribu warga Gaza yang berlindung di beberapa bagian timur kota itu untuk pergi, dan menggambarkan operasinya di sana sebagai "terbatas".
Sekutu Israel, Amerika Serikat, mengaku keberatan atas perluasan operasi di Rafah. Pasalnya, kota itu merupakan tempat 1,4 juta warga sipil Palestina berlindung dari serangan brutal zionis sejak 7 Oktober 2023.
Bentrokan sengit dan pengeboman mengguncang Rafah pada hari Sabtu, ketika Israel melancarkan serangan terhadap militan Hamas.
Laporan AFP mengungkap serangan udara dan peluru artileri menggempur bagian timur kota saat pesawat-pesawat tempur melintas di atasnya.
Lazzarini mengatakan bahwa warga mengungsi ke daerah-daerah yang tidak memiliki pasokan air atau sanitasi yang memadai.
Al-Mawasi, sebuah kota seluas 14 kilometer persegi di pesisir pantai, dan juga pusat kota Deir el-Balah, "penuh sesak" dengan para pengungsi, tambah Philippe. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5976 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan