Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 22 Agustus 2026
Penerimaan Bea Cukai di Bali Rp342,16 Miliar per April, Tumbuh 31,82 Persen
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kepala Seksi Penerimaan dan Pengelolaan Data, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Bali dan Nusa Tenggara I Nyoman P. Candra, menyampaikan bahwa realisasi penerimaan Kepabeanan dan Cukai di Provinsi Bali hingga bulan April sebesar Rp342,16 miliar dari target sejumlah Rp1,24 triliun (27,52% dari target).
Penerimaan ini tumbuh Rp82,58 miliar atau 31,82% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).
Dalam media briefing APBN Kita Kementerian Keuangan Regional Bali yang digelar secara hybrid pada 29 Mei 2024, dia menjabarkan realisasi penerimaan bea masuk mencapai Rp50,78 miliar dari target sebesar Rp113 miliar (44,67% dari target) dan penerimaan cukai mencapai Rp291,38 miliar dari target sebesar Rp1,13 triliun (25,79% dari target).
Soeparjanto, Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Hukum, dan Informasi Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DKN) Bali dan Nusa Tenggara mengungkapkan bahwa sumber penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di Bali ada 3 kategori antara lain PNBP Aset, Piutang, dan Lelang dengan realisasi sebesar Rp14,29 miliar dari target sejumlah Rp48,57 miliar (29,42% dari target).
Jika dijabarkan, capaian tersebut terdiri dari PNBP Aset sebesar Rp6,10 miliar dari target sejumlah Rp17,56 miliar (34,75% dari target), PNBP Piutang Negara sebesar Rp568 juta dari target sejumlah Rp160 juta (352,92% dari target), dan PNBP Lelang mencapai Rp7,61 miliar dari target sejumlah Rp30,85 miliar (16,01% dari target).
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali, Teguh Dwi Nugroho menyampaikan kinerja belanja Pemerintah Pusat hingga April sejumlah Rp3,33 triliun yang mengalami pertumbuhan 20,7% (yoy), sedangkan belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sejumlah Rp4,26 triliun yang mengalami pertumbuhan 9,7% (yoy).
“Hingga bulan April 2024, Provinsi Bali mengalami inflasi yang cukup tinggi sebesar 4,02%. Hal ini disebabkan oleh adanya gejolak geopolitik global yang dapat memengaruhi perekonomian Indonesia khususnya Provinsi Bali. Namun, secara umum kondisi perekonomian Bali tumbuh cukup baik sebesar 5,98% pada triwulan I tahun 2024,” ungkap Teguh Dwi Nugroho.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4621 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2426 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2079 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1680 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1120 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun