Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Korsel Setop Kesepakatan Militer dengan Korut Usai Dikirim Balon Tinja
beritabali.com/cnnindonesia.com/Korsel Setop Kesepakatan Militer dengan Korut Usai Dikirim Balon Tinja
BERITABALI.COM, DUNIA.
Korea Selatan bakal menangguhkan perjanjian militer yang disepakati pada 2018 dengan Korea Utara, usai Pyongyang mengirimkan ratusan balon isi sampah dan tinja ke perbatasan.
Seoul sebelumnya juga menangguhkan sebagian perjanjian tersebut tahun lalu, usai Pyongyang meluncurkan satelit mata-mata ke orbit.
Dilansir AFP pasca insiden pengiriman balon isi tinja, Dewan Keamanan Nasional (NSC) mengatakan pihaknya akan meminta kabinet untuk menangguhkan seluruh bagian dari perjanjian militer, "sampai rasa saling percaya antara kedua Korea pulih".
Dalam sepekan terakhir, Pyongyang mengirim lebih dari 700 balon isi sampah termasuk puntung rokok dan tinja ke Korsel, sebagai tindakan pembalasan atas surat-surat yang memuat propaganda anti-rezim yang diorganisir oleh para aktivis di Korea Selatan.
Usai sepekan mengirim balon isi kotoran, Korut memutuskan untuk menghentikan tindakan itu untuk sementara. Namun Pyonyang menegaskan akan kembali mengirimkan balon itu jika diperlukan.
Kesepakatan militer tahun 2018 antara Korut dan Korsel bertujuan untuk mengurangi ketegangan di semenanjung dan menghindari eskalasi yang tidak disengaja terutama di sepanjang perbatasan.
Namun usai Seoul menangguhkan sebagian perjanjian tersebut pada November, Korut mengatakan pihaknya tidak akan lagi menghormati perjanjian tersebut.
Menanggapi putusan ini, analis senior di Institut Unifikasi Nasional Korea di Seoul, Hong Min, mengatakan keputusan Seoul menunjukkan bahwa mereka tidak akan mentolerir balon sampah yang melintasi perbatasan.
"Hal ini bisa semakin memprovokasi Pyongyang ketika tidak mungkin secara fisik memblokir balon-balon yang melayang ke arah selatan di udara," kata Hong Min.
"Keselamatan warga tidak dapat dijamin dengan tindakan seperti itu, sementara masyarakat dapat menunggu hingga situasi menjadi tenang dan mencari cara untuk menyelesaikannya," imbuhnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun