Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Gas Melon di Gianyar Langka, Disperindag Sarankan Beli di Pangkalan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pasokan gas LPG 3 kg (gas melon) di Gianyar mengalami kelangkaan sejak beberapa hari terakhir. Masyarakat bingung mencari gas melon untuk keperluan rumah tangga.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Gianyar, Ni Luh Eka Suary, menyatakan pasokan di pangkalan masih tersedia. "Penyaluran dipastikan tepat sasaran," ujarnya.
Dikatakan, kelangkaan terjadi akibat gas melon yang disalurkan melalui warung atau toko, disinyalir tidak tepat sasaran. Banyak warga mampu yang menggunakan gas melon. "Kami pastikan masih tersedia," ungkap dia.
Bahkan, pihaknya telah menggelar operasi pasar menyasar sejumlah desa di Gianyar agar peruntukkan gas melon tepat sasaran.
Seperti yang dilakukan di Banjar Sakih Jalan Dharma Wangsa, Desa Guwang dan di Wantilan Sapta Maha Sabha Pura Puseh Desa Adat Guwang.
Dari penyedia gas, menyiapkan 200 tabung. Tabung isian 3 kg itu bisa ditukar hanya untuk 1 KTP saja.
Sementara itu, Ketua LSM Garda Pejuang Aspirasi Rakyat (Gappar) Gianyar, Ngakan Made Rai mengaku bingung dengan pernyataan Disperindag.
"Nyatanya masih langka. Sulit mencari tabung melon walaupun di pangkalan. Ini sudah terjadi sejak lama," keluhnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2931 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun