Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Jalur Sang Hyang Ambu Tertutup Material Banjir, Pengendara Disarankan Lewati Jalur Klungkung-Sidemen
beritabali/ist/Jalur Sang Hyang Ambu Tertutup Material Banjir, Pengendara Disarankan Lewati Jalur Klungkung-Sidemen.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Hujan deras menyebabkan aliran banjir membawa material longsor meringsek masuk ke jalan raya di jalur Sang Hyang Ambu, Karangasem hingga menyebabkan kemacetan parah di jalur tersebut pada Jumat (7/6/2024) pagi.
Untuk mencegah kemacetan semakin parah, pihak kepolisian pun menerapkan rekayasa lalu lintas dengan memutar kendaraan atau mengalihkan pengendara dari jalur denpasar agar melalui jalur Klungkung-Sidemen.
"Rekayasa dilakukan lewat jalur Klungkung-Sidemen. Kalau yang masih mau melintas di jalur Sangyang Ambu, mau tidak mau harus menunggu sampai air hujan berhenti, air surut, material di jalan dibersihkan, baru setelahnya bisa melintas," kata Kasat Lantas Polres Karangasem, AKP. I Komang Sapta Pramana saat dikomfirmasi.
Bagi kendaraan yang sudah terlanjut di lokasi, untuk sementara diarahkan agar mencari lokasi aman memarkirkan kendaraannya sambil menunggu air surut. Untuk yang mau putar arah bisa melintas jalur Sidemen tembus Klungkung.
Terkait dampak kemacetan di jalur tersebut, Pramana mengaku belum bisa memprediksi seberapa panjang, mengingat saat ini material belum bisa ditangani sehingga jalur Sang Hyang Ambu belum bisa dilalui kendaraan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun