Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Jokowi Ungkap Alasan Upacara HUT RI di IKN dan Jakarta: Masa Transisi
beritabali.com/cnnindonesia.com/Jokowi Ungkap Alasan Upacara HUT RI di IKN dan Jakarta: Masa Transisi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan alasan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2024 mendatang digelar di dua lokasi berbeda yakni, Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Jakarta.
Jokowi menjelaskan pelaksanaan upacara secara bersamaan di dua lokasi berbeda itu terjadi lantaran saat ini masih dalam masa transisi pemindahan ibu kota.
"Ini kan masa transisi, masa transisi dari Jakarta menuju ke IKN Nusantara. Agar ada perjalanan menuju pindahnya itu kelihatan, jadi di sini tetap dilakukan, di sana tetap dilakukan," kata Jokowi di Posyandu Terintegrasi RW 02 RPTRA Taman Sawo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (11/6).
Jokowi menambahkan upacara peringatan HUT RI pada tahun-tahun berikutnya bisa diselenggarakan di satu lokasi saja, yakni IKN Nusantara Kalimantan Timur ketika presiden sudah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai perpindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN.
Pun menurutnya pembangunan IKN Nusantara masih berproses sehingga harus menunggu sarana dan prasarana terbangun sempurna.
"Urusan yang berkaitan dengan mobilisasi, transportasi, akomodasi itu tidak mudah," ujarnya.
Pemerintah mempersiapkan dua gelaran upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia tahun ini, yakni di IKN dan Jakarta.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy memastikan akan ada pembagian pejabat ke dua upacara itu.
Muhadjir mengatakan Presiden Terpilih Prabowo Subianto akan ikut upacara di IKN. Adapun Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka akan upacara di Jakarta.
Baca juga:
Prabowo Temui Jokowi di Istana
Ia berkata pembagian baru dilakukan sejauh itu. Belum ada daftar lengkap pejabat yang upacara 17 Agustus di IKN dan Jakarta.
Meski begitu, ia memastikan para mantan presiden akan diundang. Menurutnya, hal itu menjadi arahan langsung dari Jokowi.
"Pak Presiden merekomendasi pokoknya harus jadi perhatian, tokoh-tokoh itu harus dapat perhatian. Soal nanti di sini atau di IKN nanti belakangan," ujarnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun