Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
AS Janji Dukung Israel Bila Perang Besar dengan Hizbullah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat (AS) menekankan siap mendukung Israel bila terjadi perang besar-besaran dengan Hizbullah. Jaminan dukungan itu datang di tengah 'pertikaian' pemerintahan Biden dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Mengutip CNN, Sabtu (22/6), dukungan itu secara resmi disampaikan melalui pejabat senior AS kepada pejabat tinggi Israel yang datang ke Washington. Sedangkan, kelompok Hizbullah didukung oleh Iran.
Sebelumnya, Netanyahu memang secara terbuka menuduh AS menahan kiriman pasokan senjata dan amunisi untuk mereka. Sehingga, terjadi ketegangan antara kedua sekutu ini.
Namun, ketika membahas masalah dengan Hizbullah, pemerintahan Biden akan menawarkan bantuan keamanan yang dibutuhkan Israel, meskipun AS tidak akan mengerahkan pasukan Amerika ke langsung.
Sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, provokasi Hizbullah terhadap Negeri Yahudi itu terus berlanjut dan meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Pemerintahan Biden telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak ingin melihat perang lagi terjadi di wilayah utara Israel, dan mendesak deeskalasi diplomatik.
Minggu ini, utusan AS Amos Hochstein dikirim ke wilayah tersebut untuk mencoba membantu meredakan konflik. Namun, dengan berlanjutnya serangan Hizbullah melintasi perbatasan ke Israel tanpa adanya gencatan senjata dalam perang Israel-Hamas, para pejabat AS semakin waspada terhadap pecahnya konflik besar-besaran di wilayah tersebut.
Jika Hizbullah memperluas skala serangannya terhadap Israel secara signifikan dan mengakibatkan kematian warga Israel, para pejabat AS memperkirakan pasukan Netanyahu akan merespons dengan kekuatan penuh.
Dalam pertemuan minggu ini, para pejabat AS dan Israel membahas kemungkinan 'jalan keluar' untuk mencoba menurunkan suhu di sepanjang Garis Biru yang memisahkan Lebanon dan Israel, kata pejabat senior pemerintah.
Pembicaraan tersebut membahas cara memulangkan warga Israel dan Lebanon yang mengungsi dari perbatasan kembali ke rumah mereka. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3797 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang