Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
AS Janji Dukung Israel Bila Perang Besar dengan Hizbullah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat (AS) menekankan siap mendukung Israel bila terjadi perang besar-besaran dengan Hizbullah. Jaminan dukungan itu datang di tengah 'pertikaian' pemerintahan Biden dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Mengutip CNN, Sabtu (22/6), dukungan itu secara resmi disampaikan melalui pejabat senior AS kepada pejabat tinggi Israel yang datang ke Washington. Sedangkan, kelompok Hizbullah didukung oleh Iran.
Sebelumnya, Netanyahu memang secara terbuka menuduh AS menahan kiriman pasokan senjata dan amunisi untuk mereka. Sehingga, terjadi ketegangan antara kedua sekutu ini.
Namun, ketika membahas masalah dengan Hizbullah, pemerintahan Biden akan menawarkan bantuan keamanan yang dibutuhkan Israel, meskipun AS tidak akan mengerahkan pasukan Amerika ke langsung.
Sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, provokasi Hizbullah terhadap Negeri Yahudi itu terus berlanjut dan meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Pemerintahan Biden telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak ingin melihat perang lagi terjadi di wilayah utara Israel, dan mendesak deeskalasi diplomatik.
Minggu ini, utusan AS Amos Hochstein dikirim ke wilayah tersebut untuk mencoba membantu meredakan konflik. Namun, dengan berlanjutnya serangan Hizbullah melintasi perbatasan ke Israel tanpa adanya gencatan senjata dalam perang Israel-Hamas, para pejabat AS semakin waspada terhadap pecahnya konflik besar-besaran di wilayah tersebut.
Jika Hizbullah memperluas skala serangannya terhadap Israel secara signifikan dan mengakibatkan kematian warga Israel, para pejabat AS memperkirakan pasukan Netanyahu akan merespons dengan kekuatan penuh.
Dalam pertemuan minggu ini, para pejabat AS dan Israel membahas kemungkinan 'jalan keluar' untuk mencoba menurunkan suhu di sepanjang Garis Biru yang memisahkan Lebanon dan Israel, kata pejabat senior pemerintah.
Pembicaraan tersebut membahas cara memulangkan warga Israel dan Lebanon yang mengungsi dari perbatasan kembali ke rumah mereka. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan