Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pangeran Khalid, Adik Pangeran MbS Menteri Pertahanan Saudi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Adik Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS), Khalid bin Salman, kerap menjadi sorotan usai ditunjuk menjadi menteri pertahanan.
MbS memberi jabatan strategis itu pada Oktober 2022. Dia juga menjabat sebagai wakil ketua dewan direksi Otoritas Umum Industri Militer (GAMI).
Khalid bertanggung jawab terhadap perencanaan strategis, industri militer, dan kesepakatan senjata Saudi dan negara lain.
Terlepas dari itu, siapakah Khalid?
Sebelum menjadi Menhan, Khalid sempat menjadi wakil menteri pertahanan pada 2019.
Dia juga pernah ditunjuk sebagai Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat dari April 2017 hingga Februari 2019. Selama masa ini, Khalid mengawali era baru hubungan Saudi-AS, kedua negara, demikian dikutip situs resmi Saudi.
Selama menjadi Dubes, Khalid disebut-sebut turut terlibat pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
Dalam laporan situs yang fokus ke demokrasi, Mena, Khalid memainkan peran kunci untuk memancing dan membunuh Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul.
"KBS, yang saat itu menjabat sebagai duta besar AS di Washington DC, membujuk Khashoggi untuk datang ke konsulat Istanbul dengan meyakinkan melalui panggilan telepon pada tahun 2018," demikian laporan Mena.
Khalid, menurut laporan itu, mengatakan ke Khashoggi bahwa ia akan aman mengunjungi Konsulat Saudi di Istanbul. Jurnalis itu ingin mengambil dokumen yang diperlukan untuk mengonfirmasi pernikahan dia dengan Hatice Cengiz.
Namun, bukan rasa aman yang dihadapi Khashoggi. Sebaliknya, tim pembunuh bayaran Saudi telah menunggu dia untuk membunuh dan memutilasinya.
Sebelum pembunuhan Khashoggi, MbS mengandalkan penasihat dekatnya, Saud Al Qahtani, dan Khalid untuk mengintimidasi dan membungkam jurnalis itu.
Mereka juga mencoba meyakinkan Khashoggi untuk kembali ke Arab Saudi, memblokir putra Khashoggi ke luar negeri, dan menawarkan uang tutup mulut agar mengakhiri kritik ke putra mahkota.
Selama menjabat Dubes, Khalid juga melecehkan dan mengintimidasi para pembangkang dan aktivis Saudi di Amerika Serikat.
Rekam jejak di dunia militer
Sebelum terjun di pemerintahan, Khalid berkiprah di dunia militer.
Dia merupakan pilot F-15 dan perwira intelijen taktis di Angkatan Udara Kerajaan Saudi (RSAF).
Selama bertugas di RSAF, Khalid menerbangkan lebih dari 50 misi tempur sebagai bagian dari kampanye koalisi internasional melawan ISIS di Suriah.
Khalid sempat menempuh pendidikan di Akademi Udara Raja Faisal di Riyadh, dan bertugas sebagai letnan dua di RSAF.
Sementara itu, pendidikan dan pelatihan pilot dia dapat dari Pangkalan Angkatan Udara Randolph di San Antonio, Texas. Khaled melanjutkan pelatihan lanjutan di Pangkalan Angkatan Udara Columbus di Columbia, Mississippi. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2938 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun