Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Dua Kali Insiden Helikopter Terlilit Tali Layangan, Alvin Lie: Lampu Merah Penerbangan di Bali
beritabali/ist/Dua Kali Insiden Helikopter Terlilit Tali Layangan, Alvin Lie: Lampu Merah Penerbangan di Bali.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pengamat penerbangan Alvin Lie menyoroti insiden kecelakaan helikopter yang terjadi di Bali yang disebabkan karena terlilit tali layangan. Menurut catatannya, sudah dua kali kejadian helikopter terlilit tali layangan.
Terakhir, helikopter PK-WSP type Bell 505 milik PT. Whitesky Aviation jatuh di sekitar Pantai Suluban Pecatu, Kuta Selatan, Bali pada Jumat (19/7).
Ternyata, pada bulan Juli 2024, sudah dua kali insiden helikopter di Bali terlilit tali layangan.
"Yang perlu diperhatikan, Bali ini dalam satu bulan terjadi 2 kali insiden helikopter terlilit tali layangan. Untungnya (yang pertama) tidak sampai crash," ujar pengamat penerbangan Alvin Lie dalam keterangannya kepada kumparan, Sabtu (20/7).
"Ini sudah masuk lampu merah bagi keselamatan penerbangan di Bali," sambungnya.
Alvin mengatakan, otoritas bandara Bali sudah melakukan sosialisasi untuk menghindari hal tersebut, namun tak ada tanggapan dari pemerintah setempat.
"Otoritas Bandar Udara wilayah IV Bali sudah lakukan sosialisasi. Sayangnya Pemprov Bali termasuk Pj Gubernur tidak tanggap," kata Alvin.
Hingga saat ini belum diketahui pihak yang menerbangkan layangan tersebut.
Kedua korban asal Australia dan seorang kru dilaporkan mengalami patah tulang pada pinggang dan tangan. Mereka dievakuasi ke RS Siloam. (sumber: kumparan)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 745 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 260 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun