Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Posisi Bercinta CAT, Modifikasi Sempurna Buat Pecinta Misionaris
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Posisi seks misionaris sering dicap membosankan. Namun dengan sedikit sentuhan, sebenarnya mampu memberikan kepuasan. Tengok saja posisi coital alignment technique (CAT).
Buat pasangan yang sudah lama bersama, posisi seks misionaris mungkin tak lagi menyenangkan seperti dulu. Namun jika ingin posisi baru dan lebih menantang, manuvernya dirasa terlalu berat.
Tenang, ada solusi praktis yakni posisi CAT. CAT pada dasarnya merupakan sedikit modifikasi posisi misionaris tapi menawarkan kenikmatan lebih tanpa ada manuver ekstrem.
Melansir dari Bolde, CAT memungkinkan orgasme dan penetrasi lebih dalam.
CAT kadang disebut The Frog di mana pria dan wanita tetap dalam posisi misionaris standar. Namun di sini bukan pria yang 'bekerja penuh'.
Wanita perlu melingkarkan kedua kaki di pinggang pasangan. Metode ini membantu si dia menemukan sudut penetrasi yang tepat dan memaksimalkannya.
Tak cukup sampai di situ sebab CAT menawarkan bonus berupa stimulasi optimal pada vulva.
Gerakan pasangan memungkinkan stimulasi yang tetap nyaman dan tidak menimbulkan luka.
Bagaimana, mau coba?
(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun