Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
7 Masalah Kesehatan Akibat Paparan Merkuri, Hati-Hati Makan Ikan Laut
beritabali.com/cnnindonesia.com/7 Masalah Kesehatan Akibat Paparan Merkuri, Hati-Hati Makan Ikan Laut
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Merkuri adalah salah satu zat beracun yang berbahaya untuk kesehatan. Sayangnya, zat ini bisa ditemukan pada ikan laut yang kerap dikonsumsi manusia.
Memang apa saja bahaya merkuri untuk kesehatan manusia?
Merkuri secara alami sebenarnya ada di kerak bumi. Dilepaskan di lingkungan melalui aktivitas gunung berapi, pelapukan batuan, dan tentunya berbagai aktivitas manusia.
Melansir WHO, berbagai aktivitas yang bisa memicu munculnya merkuri mulai dari pembangkit listrik tenaga batu bara, pembakaran batu bara, limbah, hingga berbagai aktivitas penambangan.
Saat berada di lingkungan terbuka, merkuri bisa diubah oleh bakteri menjadi metilmerkuri. Metilmerkuri ini mengalami bioakumulasi, biasanya terjadi pada ikan dan kerang di laut. Sejumlah ikan yang mengandung tinggi merkuri, seperti tuna, hiu, todak, dan marlin.
Manusia bisa terpapar merkuri dalam bentuk apapun dan keadaan yang berbeda. Tapi paparan utama merkuri biasanya melalui konsumsi ikan dan kerang yang terkontaminasi metilmerkuri dan melalui penghirupan uap merkuri akibat pekerja industri.
Paparan merkuri dalam jangka panjang ini tentu berbahaya untuk kesehatan. Berikut ini beberapa masalah kesehatan yang bisa disebabkan oleh merkuri:
1. Merusak plasenta pada ibu hamil
Melansir Better Health, merkuri bisa melewati plasenta dan masuk ke aliran darah bayi yang belum lahir.
2. Merusak otak anak
Merkuri bisa memengaruhi otak dan sistem saraf yang masih tumbuh dan berkembang. Hal ini tentu bisa merusak otak anak-anak dan memicu berbagai penyakit berbahaya.
3. Merusak ginjal
Paparan merkuri yang tinggi bisa memegaruhi ginjal. Merusaknya, hingga menyebabkan masalah ginjal kronis.
4. Ruam
Merkuri juga bisa menyebabkan masalah pada kulit. Paparan merkuri bisa memicu munculnya dermatitis dan ruam pada kulit.
5. Masalah pernapasan
Merkuri bisa menyerang paru-paru. Akibatnya orang yang mengalami paparan tinggi merkuri bisa merasakan sesak napas dan gangguan lainnya.
6. Masalah ingatan
Merkuri bisa merusak otak. Hal ini akan berdampak pada ingatan yang semakin lama makin menurun.
7. Otot melemah
Merkuri yang tinggi pada tubuh manusia bisa merusak otot. Gejalanya biasa ditandai dengan melemahnya otot hingga mudah tremor.
Itulah sejumlah bahaya yang mengintai untuk kesehatan akibat paparan merkuri. Sebaiknya lebih berhati-hati.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5946 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2633 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan