Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Tuntut Muhaimin Mundur, Sejumlah Massa Gelar Aksi Bakar-Bakar di Nusa Dua
BERITABALI.COM, BADUNG.
Gerakan penolakan terhadap penyelenggaraan Muktamar ke 6 pecah di Jalan Pratama, Nusa Dua Bali pada Sabtu (24/08).
Ribuan massa aksi yang menggelar penolakan tersebut menyatakan sikapnya dengan aksi bakar-bakar di jalan.
Tidak hanya itu, mereka terlibat aksi saling dorong dengan pihak kepolisian yang mencegah massa aksi masuk ke arena Muktamar.
Mereka juga membentangkan spanduk berisi tulisan "Kembalikan PKB ke NU".
Massa aksi mengaku sebagai simpatisan yang menolak PKB dipimpin Muhaimin Iskandar. Selama berjalannya aksi, mereka meneriakkan yel-yel mengecam Muhaimin Iskandar dan minta Muhaimin Iskandar diturunkan dari ketua PKB.
"Tangkap Muhaimin, turunkan Muhaimin dari ketua PKB," pekik massa aksi.
Juru bicara aksi Nugroho Ardiansah mengatakan selama dipimpin Muhaimin Iskandar, PKB telah melenceng dari semangat awal saat didirikan. Muhaimin juga dinilai telah mengabaikan para sesepuh NU sebagai pendiri PKB.
"PKB didirikan oleh NU, rohnya dari situ. Tapi Muhaimin telah mengabaikan itu semua. Harapan kami (Muktamar) dibubarkan. Walau tidak sampai ke lokasi kami harap suara kami sampai ke dalam. Kami akan bertahan di sini sampai perjuangan berhasil," ucap Nugroho.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4577 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2379 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2036 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1640 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1080 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun