Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Israel Tembak Mati Relawan AS di Tepi Barat, Gedung Putih Murka
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan Israel diduga menembak mati Aysenur Eygi, relawan asal Amerika Serikat di Tepi Barat, Palestina, pada pekan lalu.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim "sangat mungkin" Eygi "terkena tembakan secara tak langsung dan tak sengaja."
Dari hasil penyelidikan awal, IDF menyatakan tembakan itu tak menyasar aktivis AS, tetapi ke penghasut dalam insiden di Persimpangan Beita pada 6 September lalu.
Di lokasi tersebut, warga Palestina membakar ban dan melemparkan batu ke pasukan keamanan Israel. IDF menyebut kejadian itu sebagai "kerusuhan berdarah."
Organisasi tempat Eygi menjadi relawan, Gerakan Solidaritas Internasional, (ISM) menyatakan protes itu berlangsung damai.
Insiden yang melibatkan Eygi membuat Gedung Putih murka. Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken mengatakan pembunuhan itu tak beralasan.
"Tak seorang pun, tak seorang pun boleh ditembak dan dibunuh karena menghadiri protes. Tak seorang pun harus mempertaruhkan nyawa hanya karena menyampaikan pandangan mereka," kata Blinken saat konferensi pers di Inggris pada Selasa (10/9), dikutip CNN.
Blinken juga menuntut perubahan terkait aturan keterlibatan pasukan Israel yang beroperasi di Tepi Barat.
"Sekarang kita melihat warga negara Amerika kedua terbunuh di tangan pasukan keamanan Israel. Itu tidak dapat diterima. Itu harus diubah. Dan kami akan menjelaskannya kepada anggota senior pemerintah Israel," ujar dia.
Lebih lanjut, Blinken mengatakan AS sudah "lama meninjau" laporan soal pasukan Israel yang mengabaikan kekerasan pemukim ekstremis terhadap warga Palestina.
AS juga sudah membaca laporan kekerasan berlebihan pasukan Israel terhadap warga Palestina.
Israel memperluas area agresi dari Jalur Gaza ke Tepi Barat.
Selama operasi, tentara Israel menggempur habis-habisan warga dan objek sipil seperti fasilitas kesehatan, kamp pengungsian, hingga tempat ibadah.
Kekerasan akibat serangan Israel di Gaza sejak serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober telah meluas ke Tepi Barat yang diduduki dalam beberapa bulan terakhir. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan