Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
De Gadjah Soal Dana Hibah: Uang Rakyat, Siapa Pun Bupatinya Semua Masyarakat Berhak
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Calon gubernur Bali, Made Muliawan Arya, yang akrab disapa De Gadjah, memberikan kritik tajam terhadap alokasi anggaran dana hibah dari APBD menjelang Pilkada 2024.
De Gadjah menilai bahwa penggelontoran dana hibah secara besar-besaran dengan tujuan untuk meningkatkan elektabilitas menjelang pemilihan umum tidak sesuai dengan prinsip pengelolaan anggaran yang efektif dan produktif.
De Gadjah menekankan bahwa APBD, sebagai anggaran publik, seharusnya digunakan untuk kepentingan yang lebih produktif dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Baca juga:
Pergerakan Buzzer Masif, De Gadjah Ajak Tidak Saling Bermusuhan: Mending Sisihkan Uang untuk Rakyat
"APBD adalah untuk rakyat, tetapi harus diarahkan pada hal-hal yang produktif, bukan sekadar dibagi-bagi begitu saja. Penggunaan anggaran harus didasarkan pada stimulasi kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kepentingan sesaat menjelang Pilkada," ujar De Gadjah dalam pernyataannya.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan anggaran yang tepat dan berkelanjutan. "Kalau hanya bagi-bagi saja, tidak perlu sekolah tinggi-tinggi juga bisa. Bagi-bagi itu mudah, yang sulit adalah mencari dan menggunakan anggaran secara produktif dan efektif untuk kesejahteraan rakyat," tambahnya.
De Gadjah menegaskan bahwa dana hibah merupakan uang rakyat dan harus dikelola dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi. "Hibah adalah salah satu mekanisme untuk mengembalikan uang rakyat kepada rakyat. Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai bupati, semua masyarakat berhak mendapatkan hibah yang dikelola dengan baik dan adil," jelasnya.
Baca juga:
Kak Onyot Trauma Ditangkap Saat 'Senggol' Politisi, De Gadjah Siap Angkat Jadi Duta Kritik
Ia menyarankan agar penggunaan dana hibah dilakukan dengan perencanaan yang matang dan berbasis pada kebutuhan masyarakat yang nyata, bukan sekadar untuk menarik simpati publik menjelang pemilihan.
"Kita perlu memastikan bahwa setiap alokasi dana hibah benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat dan tidak digunakan sebagai alat untuk kepentingan politik jangka pendek," katanya.
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 543 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 397 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 396 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan