Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bule Spanyol Tak Mau Bayar Makan di Restoran dan Nginap di Hotel
BERITABALI.COM, BADUNG.
Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar memberikan sanksi tegas terhadap bule asal Spanyol, CNG karena menganggu ketertiban umum yakni tidak mau bayar makan dan menginap di restoran dan hotel di Bali.
Bule berjenis kelamin laki laki itu terpaksa dideportasi ke negaranya, melalui Bandara Ngurah Rai, Bali.
Diketahui, CNG masuk ke Indonesia pada 13 Mei 2024 melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dengan menggunakan Visa on Arrival (VOA). Ia datang bersama kekasihnya, ATL, asal Kolombia dengan tujuan berlibur di Bali.
Sementara menurut Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, Gede Dudy Duwita, CNG dan ATL pada 7 Juni 2024 dibawa oleh petugas Polsek Kuta Selatan setelah menerima laporan pengaduan dari beberapa pemilik restoran dan penginapan. Di mana, CNG tidak membayar tagihan di 5 restoran dan satu penginapan selama mereka tinggal di Bali.
"Ke 5 Restoran itu yakni Warung Made, Indian Cuisine, Warung Bisrot, Warung House Lounge & Bar, dan penginapan Oyo Berlian House di Ungasan," ujar Kepala Rudenim Denpasar, Gede Dudy Duwita, pada Kamis 19 September 2024.
Dalam pemeriksaan oleh pihak imigrasi, CNG mengakui perbuatannya. Ia berdalih tidak dapat membayar makanan dan menginap karena masalah keuangan.
"CNG mengalami kesulitan keuangan saat berada di Bali. Ia juga sedang menunggu kiriman uang dari keluarganya di luar negeri," ujar Gede Dudy.
Dibeberkannya, CNG telah berkomunikasi dengan beberapa pemilik restoran dan penginapan, mencoba menjelaskan situasinya dan meminta untuk membayar belakangan. Namun, permintaan CNG ditolak.
Pun untuk penginapan, CNG juga mengajukan perpanjangan sewa. Namun tetap belum bisa melunasi biaya tambahan yang diminta pemilik karena masih menunggu bantuan keuangan. Sehingga, Polsek Kuta Selatan menyerahkan kasus CNG dan ATL ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai.
Alhasil keduanya diusulkan untuk dideportasi. Tak lama berselang, ATL telah dideportasi ke Kolombia pada 25 Juni 2024, sedangkan CNG dideportasi ke Gran Canaria, Spanyol, pada 18 September 2024.
Gede Dudy menegaskan, tindakan deportasi ini adalah langkah yang tepat untuk menegakkan hukum dan menjaga ketertiban di wilayah pariwisata Bali.
"Kami berharap tindakan ini akan menjaga Bali sebagai destinasi yang aman bagi wisatawan dan warga asing yang menghormati hukum di Indonesia," tandasnya
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5897 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4624 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2592 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2234 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2209 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan