Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Hizbullah Peringatkan Israel: Perang Memasuki Fase Baru
BERITABALI.COM, DUNIA.
Wakil pemimpin Hizbullah Naim Kassem pada Minggu (22/9) menyebut perang melawan pasukan Israel memasuki fase baru.
"Kami telah memasuki fase baru bernama pertempuran terbuka," ujar Kassem sembari menyebutkan bahwa satu-satunya yang bisa menyetop pertempuran di wilayah perbatasan adalah gencatan senjata di Jalur Gaza.
Ia menilai solusi militer Israel meningkatkan dilema bagi Israel dan warga mereka di wilayah utara.
Kassem turut menghadiri upacara pemakaman pemimpin militer Hizbullah Ibrahim Aqil dan Mahmoud Hamad di Beirut selatan pada Minggu waktu setempat.
Mereka tewas oleh serangan udara pasukan Israel pada Jumat (20/9) saat mengadakan pertemuan pasukan elite Hizbullah, Brigade Radwan.
Kassem kemudian menanggapi tekanan Israel agar Hizbullah menghentikan aksi serangan mereka dari Lebanon selatan ke wilayah utara Israel sehingga warga sipil bisa kembali daru pengungsian.
"Para warga (Israel) di wilayah utara tidak akan kembali, pengungsian akan lebih banyak, dukungan (terhadap Hizbullah) akan meluas, dan solusi Israel bakal meningkatkan penderitaan mereka," tutur Kassem seperti dikutip dari Arab News.
"Silakan pergi ke Gaza dan hentikan perang. Kami tidak perlu ancaman dan bukan kami yang menentukan untuk merespons agresi (Israel). Kami memasuki fase baru bernama pertempuran terbuka," ia menambahkan.
Pernyataan Kassem muncul setelah pasukan Hizbullah meningkatkan serangan-serangan mereka ke wilayah pendudukan Israel. Militer Israel kemudian menempatkan nama pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah sebagai target utama pembunuhan.
Kassem mengatakan Israel "telah melakukan tiga kejahatan perang terhadap kami dan mereka memperlihatkan kebiadaban terparah yang belum pernah kami saksikan."
"Dengan menargetkan komandan Radwan, (Israel) mencoba melumpuhkan perlawanan, menghasut sekitarnya, dan menghentikan dukungan front-front, namun para pejuang perlawanan terus mengganggu mereka," tutur Kassem.
"Ancaman tidak akan bisa menghentikan kami dan kami tidak takut kemungkinan terburuk sekalipun serta kami siap menghadapi semua kemungkinan militer," ia menambahkan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2262 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan