Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Ribuan Umat Tangkil Saat Pemacekan Agung di Pura Pasek Punduk Dawa, Terkesima dengan Lift
beritabali/ist/Ribuan Umat Tangkil Saat Pemacekan Agung di Pura Pasek Punduk Dawa, Terkesima dengan Lift.
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Ribuan umat Hindu di Bali bersembahyang ke Pura Penataran Agung Catur Parhyangan Ratu Pasek Linggih Mpu Ghana pada Hari Pemacekan Agung Minggu 30 September 2024, bertepatan pujawali ke 14.
Pura ini terletak di Banjar Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan Klungkung. Umat terkesima melihat megahnya pura yang dilengkapi fasilitas eskalator lift. Gek Ari, salah satu umat yang bersembahyang merasa bangga melihat bangunan pura yang megah tersebut.
"Saya sebagai warga baru Pasek, cukup bangga karena bisa bersembahyang di sini," ungkapnya usai sembahyang.
Ketua Panitia Piodalan, Jero Mangku Dedung Suardana menjelaskan, pujawali dilakukan di Pura Penataran dan di Pura Luhur yang merupakan Pura Ista Dewata.
Di Pura Penataran, pujawali dipimpin oleh 13 sulinggih yang terdiri dari lima klan sulinggih di Bali. "Upacara ini akan nyejer dari tanggal 16 September dan akan disineb pada 6 Oktober 2024," ungkap Jero Mangku asal Desa Carang Sari, Petang.

Serangakian pujawali ini juga dilakukan ritual melaspas setelah pembangunan pada Pelinggih Padma Tiga, di Pura Luhur. Ida Pandhita Mpu Nabe Putra Dharmika Sandhi Kertha Satwika dari Griya Kerthasari Kayumas Kaja menjelaskan, makna dari pujawali ini adalah sebagai refleksi pembangunan pura yang melalui proses panjang.
Baca juga:
Ribuan Warga Pasek Tangkil Saat Pujawali Pura Pasek di Punduk Dawa, Ini Jadwal Penyineban
"Dalam sastra dijelaskan, kapan sebuah pedagingan ditanam, itulah menjadi hari pujawali atau odalan sebuah pura," jelasnya.
Ia berpesan, momentum pujawali ini agar dijadikan spirit pemersatu umat untuk mewujudkan srada bakti yang lebih baik, demi mewujudkan Bali yang Shanti dan Jagadita.
Ketua Umum Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Pusat, Prof. Dr. dr. I Wayan Wita mengajak seluruh umat di Bali ikut menjaga pura ini. Menjadikan pura ini sebagai pemersatu umat.
Ke depan, pura ini ia inginkan menjadi wisata spiritual di Pulau Bali. "Kami mengimbau kepada seluruh umat Hindu, utamanya Semeton Pasek di seluruh nusantara untuk eling bersembahyang kepada leluhur. Mohon doa restu, agar pembangunan-pembangunan di Pura ini berjalan lancar," tuturnya.
Kendati dikunjungi ribuan umat dari berbagai daerah, kawasan Pura ini masih memungkinkan menampung kedatangan umat lainnya. Dalam setiap tahapan sembahyang, umat melakukannya dengan tertib dan disiplin dalam mengantre.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5791 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2555 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2203 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan