Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Lansia Ditemukan Tewas Mengapung di Perairan Benoa

Senin, 6 Juli 2026, 18:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Lansia Ditemukan Tewas Mengapung di Perairan Benoa.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Warga Banjar Terora, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung digegerkan dengan penemuan jasad seorang lansia yang mengapung di perairan setempat, Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Korban diketahui bernama I Wayan Dapet (80). Berdasarkan keterangan keluarga, korban telah lama mengalami keterbelakangan mental dan memiliki kebiasaan berjalan keluar rumah seorang diri tanpa tujuan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan sebelum ditemukan meninggal dunia, korban terakhir kali terlihat keluar rumah pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

Menurut keterangan saksi I Wayan Suwutra, korban pergi tanpa berpamitan kepada keluarga dan berjalan seorang diri. Keesokan harinya, seorang warga bernama Ketut Suata melihat sesosok tubuh mengapung di laut sekitar 40 meter dari bibir pantai, tepat di depan Hotel Peninsula.

"Temuan mayat itu kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Benoa," beber Iptu Gede Adhi, pada Senin 6 Juli 2026.

Mendapat laporan tersebut, personel Satpolairud Polresta Denpasar yang saat itu sedang bersama Tim Basarnas melaksanakan operasi pencarian di kawasan Pantai Greenbowl langsung menuju lokasi menggunakan jet ski.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tengkurap di perairan.

"Setiba disana, tim menemukan korban tewas dalam posisi tengkurap. Tangan kanan Dalet diketahui tersangkut pada pelampung yang biasa digunakan sebagai tambatan jukung," ungkapnya.

Petugas kemudian mengevakuasi jenazah ke tepi pantai. Sejumlah warga yang berada di lokasi mengenali korban sebagai warga Banjar Pande. Keluarga korban yang datang ke lokasi selanjutnya memastikan identitas jenazah. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka untuk menjalani prosesi adat dan keagamaan.

Dari keterangan keluarga, korban diketahui telah lama mengalami keterbelakangan mental dan hampir setiap hari berjalan kaki tanpa tujuan sehingga kerap ditemukan warga lalu diantar kembali ke rumah.

"Informasi dari keluarga, korban disebut hampir setiap hari berjalan kaki tanpa tujuan, sehingga sering ditemukan warga dan diantar pulang," imbuhnya.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memastikan tidak terdapat dugaan tindak pidana dalam peristiwa itu. Keluarga juga memilih tidak membuat laporan polisi maupun menuntut pihak mana pun, serta telah memperkuat sikap tersebut melalui surat pernyataan yang disampaikan kepada kepolisian.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami