Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 23 Agustus 2026
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Tidak Merata di Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beberapa wilayah di Bali, khususnya di bagian barat, mengalami hujan yang tidak merata dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ariantika, kondisi ini disebabkan oleh aktivitas konvektif yang signifikan, terutama pada siang hari.
“Memasuki peralihan musim, fenomena seperti ini adalah hal yang normal. Cuaca di siang hari cukup terik, dan sering kali diikuti oleh hujan di malam hari,” jelas Ariantika.
Dalam beberapa hari ke depan, cuaca di Bali diperkirakan akan berawan hingga cerah berawan, dengan potensi hujan yang tidak merata di berbagai daerah.
Berdasarkan data dari Stasiun Klimatologi Jembrana, wilayah Bali bagian barat, seperti Jembrana, Pupuan, Pulukan, Petang, dan Payangan, diprediksi telah memasuki musim hujan sejak bulan September.
Sementara itu, sebagian besar wilayah lainnya, termasuk Bangli, Kintamani, Karangasem, Gianyar, Klungkung, Denpasar, dan Kuta, diharapkan memasuki musim hujan sekitar bulan Oktober hingga November.
Ariantika menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang atau petir. “Kami juga mengingatkan agar masyarakat menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih dan cukup istirahat,” imbuhnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4628 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2432 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2083 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1684 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1124 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun