Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pangeran MbS Yakinkan Saudi Soal Kondisi Raja Salman Usai Sakit Paru
beritabali.com/cnnindonesia.com/Pangeran MbS Yakinkan Saudi Soal Kondisi Raja Salman Usai Sakit Paru
BERITABALI.COM, DUNIA.
Putra Mahkota sekaligus pemimpin de facto Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS) meyakinkan kabinet pemerintah pada Selasa (8/10) tentang kondisi kesehatan sang ayah, Raja Salman, yang tengah menjalani perawatan terkait infeksi paru-parunya.
"Putra Mahkota Mohammed bin Salman meyakinkan semua pihak tentang kondisi kesehatan Raja Salman serta menyampaikan apresiasi kepada semua orang yang telah menanyakan kondisi kesehatan beliau," demikian laporan Kantor Berita Saudi (SPA).
Laporan itu muncul setelah MbS memimpin rapat kabinet mingguan di Ibu Kota Riyadh.
Pada akhir pekan lalu, media pemerintah Saudi mengumumkan bahwa Raja Salman menderita infeksi paru-paru dan akan menjalani pemeriksaan "berdasarkan rekomendasi dari klinik kerajaan."
Raja Salman saat ini telah berusia 88 tahun dan telah memimpin kerajaan Saudi sejak 2015, meskipun MbS telah menjadi pewaris takhta pada 2017 dan bertindak sebagai pemimpin Saudi sehari-hari.
Dikutip AFP, Arab Saudi, negara eksportir minyak mentah terbesar dunia, telah berupaya meredam spekulasi tentang kondisi kesehatan Raja Salman selama bertahun-tahun.
Pengadilan Kerajaan mengungkapkan pada Mei lalu bahwa Raja Salman mengalami infeksi paru-paru, demam tinggi, dan nyeri sendi, serta sedang menjalani program pengobatan dengan antibiotik. Tak lama setelahnya, diumumkan bahwa beliau telah pulih.
Raja Salman terakhir kali memimpin rapat kabinet pada 24 September lalu.
Sebelum menjadi penguasa Saudi, Raja Salman pernah menjabat sebagai Gubernur Riyadh selama beberapa dekade dan juga sebagai Menteri Pertahanan negara kerajaan tersebut.
Masa pemerintahannya sebagai raja ditandai dengan reformasi sosial dan ekonomi yang ambisius dan kini sebagian besar dieksekusi oleh putranya.
Sejak MbS diangkat menjadi putra mahkota, Saudi berupaya menerapkan visi 2030 di mana fokus utama kerajaan yakni mencari alternatif sumber pendapatan dari sektor non-minyak seperti wisata.
Putra Mahkota juga turut menerapkan sejumlah kebijakan baru yang membuat Saudi jauh lebih moderat, di mana sejumlah pihak meyakini hal itu dilakukan demi kepentingan menarik lebih banyak investor asing untuk menanamkan modal di Saudi.
Selain itu, sejak MbS menjadi putra mahkota, Saudi juga lebih galak menindak kritikus kerajaan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2930 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun