Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Rekor, Angkatan Laut Meksiko Sita 8,3 Ton Narkoba di Samudra Pasifik
beritabali.com/cnnindonesia.com/Rekor, Angkatan Laut Meksiko Sita 8,3 Ton Narkoba di Samudra Pasifik
BERITABALI.COM, DUNIA.
Angkatan Laut Meksiko menyita lebih dari 8,3 ton narkoba di Samudra Pasifik. Penyitaan ini menjadi rekor operasi terbesar yang pernah dilakukan Meksiko di laut.
"Personel angkatan laut menyita 8.361 kilogram kargo gelap, yang merupakan jumlah narkoba terbesar yang disita dalam operasi maritim, belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah," tulis pernyataan Angkatan Laut Meksiko, melansir AFP.
Tak disebutkan jenis narkoba yang disita. Hanya saja, nilai narkoba yang disita diprediksi mencapai US$105 juta atau setara dengan Rp1,6 triliun.
Sebanyak 23 orang ditangkap selama penggerebekan yang terjadi di barat daya Pelabuhan Lazaro Cardenas, di lepas pantai barat Meksiko.
Obat-obatan tersebut didistribusikan melalui enam perahu kecil. Salah satunya merupakan kapal selam.
"Hal ini menyiratkan tindakan 'rumit' dari para pelaut," tambah keterangan tersebut.
Selama puluhan tahun, Meksiko telah menjadi pusat perdagangan narkoba ke Amerika Serikat. Sejumlah besar kartel berebut kendali atas perdagangan tersebut.
Penyitaan narkoba terbesar dalam sejarah Meksiko adalah 23 ton kokain Kolumbia pada November 2007. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 360 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 355 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 306 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun