Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Pohon Tumbang di Gianyar Timpa Kendaraan saat Hujan Lebat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Dua kejadian pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kabupaten Gianyar pada Rabu malam akibat cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat dan angin kencang.
Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar, Gusti Ngurah Dibya Presasta seizin Kalaksa BPBD, insiden pertama terjadi di Jalan Tirta Tawar, Banjar Abangan, Tegallalang, sekitar pukul 23.15 WITA.
Laporan diterima dari Jan Cyrus, dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun kerugian diperkirakan mencapai Rp 5 juta. Tim TRC Desa Tegallalang berhasil menyelesaikan penanganan dalam waktu satu jam setelah tiba di lokasi.
Kejadian kedua terjadi di Taman Limut, Pura Genesis, Jalan Raya Pengosekan, Ubud, dilaporkan oleh Sekardana pada pukul 21:44 WITA.
Dalam insiden ini, kendaraan yakni mobil dan sepeda motor tertimpa. Akibatnya, dua orang mengalami luka ringan. Tim BPBD, TNI, POLRI, dan PLN segera terjun ke lokasi, dengan proses penanganan yang memakan waktu lebih dari empat jam.
Gusti Ngurah Dibya Presasta menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana yang disebabkan oleh cuaca ekstrem. "Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan kejadian serupa agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat," ujarnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kedua insiden tersebut, dan akses jalan di kedua lokasi kini telah dibuka kembali setelah pembersihan dilakukan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1043 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 295 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 273 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun