Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Juru Bicara Hizbullah Tewas Dalam Serangan Israel di Beirut Lebanon
BERITABALI.COM, DUNIA.
Juru bicara kelompok milisi Hizbullah, Mohammed Afif, tewas akibat serangan Israel di pusat kota Beirut, Lebanon, pada Minggu (17/11) waktu setempat.
Kematian Afif dikonfirmasi oleh seorang sumber keamanan Lebanon. Serangan Israel tersebut menghantam wilayah kantor cabang partai Baath yang berlokasi di Lebanon.
"Serangan terhadap Ras al-Nabaa menewaskan pejabat hubungan media Hizbullah, Mohammed Afif," kata sumber yang identitasnya dirahasiakan itu, seperti diberitakan AFP.
Pejabat kantor berita nasional Lebanon melaporkan bahwa Sekjen cabang partai Baath di Lebanon, Ali Hijazi, telah mengonfirmasi kematian pejabat media Hizbullah tersebut.
Sementara itu, tentara Israel masih menolak untuk memberikan tanggapan resmi terkait kematian Mohammed Afif dalam serangan di Beirut.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengungkapkan serangan itu menewaskan satu orang dan tiga orang luka-luka. Jumlah korban itu masih bisa berubah karena petugas masih membersihkan puing-puing dari lokasi serangan.
Mohammed Afif merupakan salah satu pejabat media Hizbullah yang bertanggung jawab atas hubungan media organisasi itu selama bertahun-tahun.
Afif juga merupakan orang yang kerap memberi informasi terkait Hizbullah kepada wartawan lokal maupun asing dengan menyamar sebagai anonim.
Sementara itu, serangan terbaru Israel di Beirut tersebut dikonfirmasi menyebabkan kerusakan besar. Sejumlah orang dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan di Ras al-Nabaa, sebuah wilayah dekat kedutaan Prancis dan sebuah universitas.
Sejak 23 September, Israel telah meningkatkan serangan udaranya di Lebanon, kemudian mengirim pasukan darat.
Pihak berwenang Lebanon mengatakan bahwa lebih dari 3.440 orang telah tewas sejak Oktober tahun lalu, ketika Hizbullah dan Israel mulai saling tembak.
Konflik tersebut telah menyebabkan Lebanon mengalami kerugian ekonomi lebih dari $5 miliar, dengan kerusakan struktural aktual mencapai miliaran lebih, menurut Bank Dunia pada hari Kamis. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5898 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4626 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan