Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kedubes 3 Negara NATO di Ukraina Ikut Tutup Imbas Ancaman Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kedutaan besar milik tiga negara Eropa di Ukraina ditutup untuk umum menyusul sirene peringatan serangan udara yang beberapa kali berbunyi sepanjang malam di Ibu Kota Kyiv, Rabu (20/11).
Kedutaan Besar Yunani di Kyiv memberi tahu CNN bahwa mereka akan tutup pada Rabu karena alasan "keamanan."
Sama seperti Yunani, Kedutaan Besar Spanyol di Kyiv juga menutup operasional layanan umum pada Rabu setelah menerima informasi tentang ancaman serangan udara besar-besaran ke ibu kota, menurut laporan outlet Spanyol EFE.
Tak berbeda jauh dari Yunani dan Spanyol, kedutaan besar Italia juga menutup layanan publik karena "kemungkinan serangan udara intensitas tinggi"
Keputusan Yunani, Italia, dan Spanyol - tiga anggota NATO - untuk menutup kedutaan mereka mengikuti peringatan Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa pihaknya menerima informasi tentang kemungkinan serangan udara besar-besaran Rusia di Kyiv.
AS bahkan sudah lebih dulu menutup kedutaan besarnya di Kyiv.
Melalui situs webnya, Kedubes AS menyatakan bahwa operasional mereka hari ini dihentikan dan seluruh staf kedutaan diminta untuk berlindung.
"Kedutaan Besar AS diKyiv telah menerima informasi spesifik mengenai ancaman serangan udara yang signifikan pada 20 November. Untuk berhati-hati, Kedutaan Besar akan ditutup dan karyawan Kedubes diinstruksikan berlindung," demikian pernyataan Kedubes AS, seperti dikutip AFP.
Kedubes AS juga menyampaikan warga Amerika Serikat di Ukraina diimbau bersiap untuk segera berlindung apabila menerima pengumuman peringatan udara.
Penutupan kantor Kedubes AS ini terjadi setelah Rusia memperingatkan pada Selasa (19/11) bahwa mereka akan merespons serangan rudal jarak jauh Ukraina ke wilayahnya, yang untuk pertama kalinya ditembakkan dalam invasi ini. Serangan itu pun menggunakan rudal buatan AS, ATACMS.
Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Ukraina mendapat izin dari Presiden AS Joe Biden untuk menggunakan ATACMS dalam perangnya melawan Rusia. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2336 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1790 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun