Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pertumbuhan Pembiayaan di Bali Melambat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perusahaan pembiayaan, modal ventura, dan fintech peer-to-peer lending di Bali menunjukkan perkembangan yang positif meski ada sedikit pelambatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Hingga September 2024, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan di Bali tercatat mencapai Rp11,81 triliun, tumbuh 15,20 persen year-on-year (yoy).
Meskipun masih tumbuh dengan angka double digit, laju pertumbuhannya melandai dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 57,38 persen yoy.
Baca juga:
Bersaing dengan Perbankan, Perusahaan Pembiayaan Ekspansi ke Layanan Beragun Properti di Bali
Pembiayaan ini didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi serta perawatan mobil dan sepeda motor, yang memegang market share 29,59 persen.
Selain itu, sektor penyewaan, sewa guna usaha tanpa hak opsi, serta penunjang usaha lainnya menyumbang 13,19 persen dari total pembiayaan.
Meski ada penurunan dalam laju pertumbuhan, tingkat pembiayaan bermasalah tetap terkendali. Non Performing Financing (NPF) untuk perusahaan pembiayaan di Bali pada posisi September 2024 tercatat sebesar 0,86 persen, menurun dibandingkan dengan 1,37 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, penyaluran pembiayaan melalui modal ventura di Bali tercatat mencapai Rp93,54 miliar dengan pertumbuhan 8,18 persen yoy, hal tersebut disampaikan, Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, dalam keterangan tertulisnya belum lama ini di Denpasar.
"Angka ini sedikit melambat dibandingkan dengan pertumbuhan 11,59 persen yoy pada September 2023. Tingkat NPF untuk modal ventura juga tetap terkendali, dengan angka 1,13 persen pada September 2024, sedikit lebih baik dibandingkan dengan 1,34 persen pada tahun sebelumnya," ujarnya.
Sementara itu, sektor fintech peer-to-peer lending menunjukkan kinerja yang mengesankan dengan pembiayaan yang meningkat pesat sebesar 67,50 persen yoy, mencapai Rp1,42 triliun.
"Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan 36,72 persen yoy pada September 2023. Namun, seiring dengan meningkatnya volume pembiayaan, tingkat Wan Prestasi 90 hari (TWP 90) untuk fintech peer-to-peer lending juga mengalami sedikit kenaikan menjadi 1,60 persen pada September 2024, dibandingkan dengan 1,32 persen pada tahun sebelumnya. Meski demikian, tingkat wan prestasi tersebut masih dalam rentang yang terkendali," paparnya.
Secara keseluruhan, meskipun ada pelambatan dalam laju pertumbuhan beberapa sektor pembiayaan, perkembangan ini menunjukkan stabilitas sektor pembiayaan di Bali yang terus mencatatkan angka pertumbuhan positif dan terjaga di tengah tantangan ekonomi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan