Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Gereja di Dalung Menyambut Natal dengan Dekorasi Penjor
BERITABALI.COM, BADUNG.
Menjelang perayaan Natal, Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Hosana Kwanji di Badung, Bali, menampilkan suasana yang istimewa dengan memadukan tradisi lokal Bali dan dekorasi khas Natal.
Selain pohon Natal yang menghiasi halaman gereja, keindahan khas Bali terlihat jelas melalui hadirnya penjor yakni ornamen tradisional yang melambangkan kemakmuran dan penghormatan kepada Tuhan.
Menurut Pendeta Ni Kadek Suriani, penjor tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga merupakan langkah untuk melestarikan budaya Bali yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.
"Tradisi ini juga diterapkan pada perayaan hari besar agama Kristen lainnya," ujar Pendeta Suriani saat diwawancarai pada Selasa, 24 Desember 2024, di Badung.
Lebih lanjut, Pendeta Suriani menjelaskan bahwa keberadaan gereja di tengah-tengah masyarakat adat Bali menunjukkan harmoni yang erat antara iman Kristen dan budaya lokal.
"Dekorasi penjor di GKPB Hosana Kwanji telah lama menjadi tradisi yang mencerminkan toleransi dan keberagaman di Bali," tutupnya.
Paduan tradisi lokal dengan nilai-nilai Kristiani ini menciptakan sebuah simbol perdamaian dan kesatuan antar umat beragama, menjadikan perayaan Natal di Bali kali ini terasa lebih bermakna.
GKPB Hosana Kwanji tidak hanya merayakan kelahiran Yesus Kristus, tetapi juga merayakan keberagaman budaya yang menyatukan setiap lapisan masyarakat Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang