Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Berlangsung Khidmat, Karya Agung Bumi Sudha Dipusatkan di Setra Segara Kerthi Pekutatan
beritabali/ist/Berlangsung Khidmat, Karya Agung Bumi Sudha Dipusatkan di Setra Segara Kerthi Pekutatan.
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Karya Agung Bumi Sudha sebagai upacara penyucian alam sekaligus memohon anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa dipusatkan di Krematorium Bahagia, Setra Segara Kerthi Desa Adat Pekutatan, Jembrana, Senin (30/12).
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, turut hadir menyaksikan prosesi puncak yang berlangsung khidmat.
Rangkaian kegiatan Karya Agung Bumi Sudha dimulai sejak Minggu, 22 Desember 2024, dan mencapai puncaknya pada Soma Umanis Wuku Bala, bertepatan dengan Tilem Sasih Kanem. Upacara yang dimulai pukul 06.00 WITA dan berakhir pukul 13.00 WITA ini berlangsung lancar sesuai tata-titi adat.
Bupati Tamba mengapresiasi kerja keras Desa Adat Pekutatan dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan karya ini. “Hari ini sangat luar biasa, Astungkara semua prosesi berjalan dengan baik. Setelah krematorium ini diserahkan ke Desa Adat, terlihat betul bagaimana tata-titi dan bala-bala di sini dijaga dengan sangat baik,” ujarnya.
Bendesa Adat Pekutatan, I Made Ariasa, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Tamba dalam puncak Karya Agung Bumi Sudha. “Semoga dengan upacara ini, Krematorium Bahagia, Desa Adat Pekutatan, dan seluruh Bali menjadi lebih suci,” kata Made Ariasa.
Upacara Bumi Sudha merupakan ritual penting umat Hindu Bali yang biasanya digelar ketika alam menghadapi ketidakharmonisan seperti bencana dan wabah penyakit. Tujuannya adalah memohon anugerah Hyang Dwa Rsi untuk menetralisir bencana sehingga harmoni alam dapat terwujud kembali.
Baca juga:
Ogoh-Ogoh Panca Dewata dan Tradisi Megayot Iringi Prosesi Nyenuk Karya Pura Agung Jagatnatha
Secara serentak, Bumi Sudha dilaksanakan di seluruh Bali. Tingkat provinsi digelar di Pura Besakih (gunung), Pura Ulun Danu Batur (danau), dan Pura Watu Klotok (laut).
Tingkat kabupaten/kota diselenggarakan di tempat suci yang ditetapkan PHDI setempat, seperti Krematorium Bahagia untuk Kabupaten Jembrana. Sementara di tingkat desa adat, ritual dilakukan di kahyangan tiga, dan di tingkat rumah tangga di sanggah/merajan masing-masing.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3808 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1750 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang