Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 7 Juli 2026
Rumah Warga Desa Ketewel Tersambar Petir, Begini Kondisinya
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Rumah warga di Banjar Akta, Desa Ketewel, Sukawati, tersambar petir. Rumah milik I Made Lilir itu tersambar petir pada Kamis (9/1/2025) malam sekitar Pukul 23.00 WITA. Saat itu, cuaca memang sedang diguyur hujan deras.
Menurut penuturan saksi I Made Reti, saat dirinya terlelap tidur di kamar tiba-tiba dikagetkan dengan suara petir. Made Reti mendengar dua kali suara petir. Petir pertama tidak terjadi apa-apa, suara petir kedua menyambar rumah korban. Spontan Made Reti berteriak minta tolong hingga membangunkan seisi rumah.
Bersama keluarga yang lain, Made Reti mengecek keadaan rumah dan ternyata bagian atap rumah sudah rusak. Genteng-genteng hancur berserakan, plafon rumah juga jebol, selanjutnya korban bersama keluarga menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam rumah.
Musibah itu kemudian dilaporkan ke Polsek Sukawati. Piket Fungsi Polsek Sukawati dipimpin Pawas IPDA I Wayan Balik mendatangi TKP melaksanakan olah TKP. Kerugian di perkirakan Rp 100 juta.
Musibah itu juga mendapat perhatian dari BhabinKamtibmas Desa ketewel Aipda I Kadek Sipin Wijaya yang mendatangi rumah tersambar petir.
"Sementara kasus ini masih dalam penanganan unit Reskrim Polsek Sukawati," jelas Kapolsek Sukawati Kompol I Ketut Suaka Purnawasa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3602 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1163 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1023 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 570 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 567 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun