Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Pohon Jaka Tumbang Timpa Arena Tajen di Karangasem, 3 Tewas
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon jaka tumbang dan menimpa arena sabung ayam di Banjar Dinas Desa, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem, pada Minggu (9/2/2025). Kejadian tragis ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua korban meninggal dunia saat ini berada di RSUD Karangasem, sementara satu korban lainnya dirawat di RS Balimed.
“Untuk jumlah korban, tim masih melakukan asesmen ke RS. Semoga tidak ada penambahan korban. Kami juga telah turun ke lokasi kejadian untuk menangani pohon tumbang,” ujar Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Ketur Arimbawa.
Selain korban meninggal, satu orang mengalami luka berat dan patah tulang sehingga harus mendapat perawatan intensif di RSUD Karangasem. Beberapa korban lainnya yang mengalami luka ringan mendapatkan perawatan di RS Balimed.
Petugas BPBD Karangasem bersama tim gabungan telah melakukan evakuasi pohon tumbang serta membantu proses penanganan korban di rumah sakit. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2024 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun