Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Dua WNA Jatuh ke Jurang saat Naik Motor di Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Dua warga negara asing (WNA) asal Ukraina, seorang pria dan perempuan, mengalami kecelakaan di Jalan Ambengan, dekat Hotel Maya Ubud. Motor yang mereka kendarai jatuh ke jurang pada Rabu (26/2/2025).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya melintas di jalan tersebut, namun diduga tidak bisa menguasai kendaraan hingga akhirnya terjatuh.
Salah satu korban perempuan berusaha meminta pertolongan. Teriakan tersebut didengar oleh saksi yang kemudian melaporkannya ke Polsek Ubud pada pukul 01.00 WITA.
Tim pencarian segera dikerahkan. Korban perempuan berhasil ditemukan lebih dulu, sementara korban laki-laki sempat tersangkut di pinggir jurang sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, Gusti Ngurah Dibya, membenarkan kejadian ini. "Kemudian pukul 01.15 WITA, TRC (Tim Reaksi Cepat) menuju lokasi untuk observasi awal," ujarnya.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 02.45 WITA dan berhasil mengevakuasi korban. "Kondisi selamat dengan luka-luka, dirujuk ke RS Ari Chanti," ungkapnya.
Sementara itu, pencarian kendaraan yang masuk jurang masih dilakukan dalam operasi susulan oleh tim penyelamat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 829 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 752 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 631 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 389 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 340 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun