Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Bupati Buleleng Upayakan Pemulangan Jenazah Kadek Melly dari Amerika
BERITABALI.COM, BULELENG.
Bupati Buleleng, dr I Nyoman Sutjidra, melayat ke rumah duka Kadek Melly Mudiani, warga Desa Bontihing yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Amerika Serikat, Kamis (3/4).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sutjidra menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amerika Serikat untuk memfasilitasi pemulangan jenazah Melly ke tanah air.
"Pemerintah Kabupaten Buleleng turut berduka cita atas kepergian Kadek Melly Mudiani. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu proses pemulangan jenazah," ujar Bupati Sutjidra.
Pemerintah Kabupaten Buleleng telah berkomunikasi dengan KBRI dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Amerika Serikat melalui Dinas Tenaga Kerja guna mempercepat pemulangan jenazah.
Saat ini, pihak berwenang masih menunggu hasil investigasi dari Federal Bureau of Investigation (FBI), yang diperkirakan memakan waktu sekitar 10 hari.
"Pemerintah Daerah akan terus berkoordinasi dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban. Kami memahami keinginan keluarga agar jenazah Kadek Melly dapat segera dipulangkan ke tanah air," tambah Bupati Sutjidra.
Keluarga besar Kadek Melly berharap proses pemulangan jenazah dapat berjalan lancar agar dapat segera diupacarai sesuai dengan adat dan kepercayaan di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1068 Kali
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 668 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 382 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun