Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 18 September 2026
Harga Cabai Turun, Warga Bangli Bernapas Lega
BERITABALI.COM, BANGLI.
Setelah sempat menyentuh angka Rp150 ribu per kilogram, harga cabai di Kabupaten Bangli kini mulai menunjukkan penurunan. Hal ini dipengaruhi oleh mulai masuknya stok cabai dari luar Bali.
Salah satu pedagang di Pasar Kidul Bangli, Ni Kadek Asih, Kamis (10/4/2025), mengatakan bahwa harga cabai sempat melonjak pasca Hari Raya Nyepi karena pasokan dari petani lokal sangat minim.
"Harga cabai tertinggi terjadi setelah Nyepi yang mencapai Rp150 ribu. Hal ini dikarenakan stok cabai dari petani langka," ungkapnya.
Namun, setelah berakhirnya Hari Raya Idul Fitri, harga mulai menurun secara bertahap. Dari harga Rp120 ribu, lalu Rp100 ribu, kini berkisar Rp80 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.
Selain cabai, harga bawang merah juga mengalami penurunan dari Rp45 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Sementara bawang putih turun dari Rp42 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. Penurunan harga ini terjadi seiring normalnya pasokan pasca perayaan hari raya.
Salah satu pembeli, I Nyoman Sudarpa, mengatakan bahwa dirinya membeli bumbu dapur untuk dijual kembali di desanya.
"Ketika harganya mahal, kami butuh modal yang lebih besar sementara omzet yang dihasilkan menurun. Kami bersyukur karena harga bumbu dapur sudah mulai turun," ujarnya.
Diharapkan ke depan, berbagai kebutuhan pokok dapat kembali stabil agar tidak membebani pengeluaran masyarakat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5565 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3487 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2345 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan