Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Buleleng Krisis Dokter Hewan, Vaksinasi Rabies Baru Capai 11 Persen
BERITABALI.COM, BULELENG.
Buleleng saat ini tengah mengalami krisis dokter hewan. Dinas Pertanian Buleleng hanya memiliki 21 dokter hewan yang disebar di sembilan kecamatan. Kondisi ini membuat mereka kewalahan untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak dan Hewan Penular Rabies (HPR).
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, dari 21 dokter hewan yang tersedia, sebanyak 18 orang ditempatkan di masing-masing pusat kesehatan hewan (Puskeswan) yang tersebar di sembilan kecamatan. Sementara tiga dokter lainnya bertugas di Kantor Dinas Pertanian. Seluruh dokter hewan itu sudah dilengkapi sertifikasi medik veteriner.
Melandrat tidak menampik jika jumlah dokter hewan yang ada saat ini belum ideal, mengingat luas wilayah Buleleng yang mencapai 148 desa dan kelurahan.
"Tentu jumlah ini tidak cukup. Paling berat di wilayah Kecamatan Buleleng yang mencapai 18 kelurahan. Sementara di masing-masing kecamatan hanya kami tempatkan 2 orang dokter hewan. Buleleng ini nyegara gunung, tugas mereka tentu sangat berat," terang Melandrat.
Ia menambahkan, sebenarnya pihaknya telah mengusulkan formasi sebanyak 30 dokter hewan. Namun, Kementerian Pertanian RI hanya menyetujui 18 orang. Meski jumlahnya terbatas, para dokter hewan tetap bekerja secara maksimal, khususnya untuk menangani kasus rabies di wilayah Buleleng.
Baca juga:
Delapan Warga Ubud Digigit Anjing Rabies
Saat ini, proses vaksinasi rabies di Buleleng baru mencapai 11,87 persen, atau menyasar 8.345 ekor anjing dari total populasi yang ada sebanyak 70.298 ekor.
"Usulan penambahan dokter hewan tidak bisa dilakukan setiap tahun. Harus berdasarkan analisa jabatan dan analisis beban kerja," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6012 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2342 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan