Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Polres Bangli Pastikan Tak Ada Jenazah Hilang di Setra Adat Susut
BERITABALI.COM, BANGLI.
Menyikapi kejadian adanya bekas galian di dua setra adat di Kecamatan Susut, yakni di Setra Desa Adat Tiga dan Demulih, Polres Bangli menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti yang mengarah pada hilangnya jenazah, tulang belulang, maupun benda berharga dari lokasi kedua makam tersebut.
Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan masyarakat terkait dugaan tersebut dan langsung menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan menyeluruh di lapangan.
Dalam proses penyelidikan ini, Polres Bangli menjalin kerjasama intensif dengan aparat desa adat dan tokoh masyarakat setempat. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar serta menjaga ketertiban dan kekhusyukan di wilayah adat tersebut.
“Kami tangani aduan ini dengan dukungan penuh dari perangkat desa adat. Proses penyidikan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tetap menghormati nilai-nilai adat serta budaya masyarakat setempat,” tegas AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun.
Pihak kepolisian juga menyadari bahwa kejadian ini sangat sensitif dan menyangkut perasaan banyak pihak. Karena itu, seluruh elemen masyarakat dan aparat desa adat sepakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Selain itu, masyarakat diimbau agar tidak mudah terpancing isu atau kabar-kabar yang belum bisa dipertanggungjawabkan. Apabila ada informasi yang valid dan relevan, masyarakat diharapkan dapat menyampaikannya langsung kepada pihak berwajib agar bisa ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun