Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Petruk Diblokir di PKB, De Gadjah Langsung Telepon Koster
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seniman legendaris I Nyoman Subrata, yang lebih dikenal sebagai Petruk, terancam tidak tampil dalam pementasan drama gong lawas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025.
Keputusan ini diambil berdasarkan arahan tim kurator PKB yang menekankan pentingnya penggunaan bahasa Bali alus dan etika sesuai dalam pertunjukan.
Petruk sebelumnya dikritik karena penggunaan kata sarkastis dalam pementasannya, termasuk kata-kata seperti “ba**sat” yang dianggap kurang pantas.
Menanggapi hal ini, Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, ikut angkat bicara. Ia menyebut pemblokiran Petruk terkait urusan politik masa lalu saat Pilgub Bali.
“Pada tanggal 1 Juni kemarin, momen ketika Pekak Petruk bercerita tentang dirinya yang job-nya di-block atau tidak diizinkan tampil di Pesta Kesenian Bali oleh oknum ASN di Dinas Kebudayaan, karena mendukung saya saat Pilgub kemarin dan juga karena dalam tampilan Petruk ada kata-kata kasar," kata De Gadjah.
Menurutnya, dalam seni tradisi seperti drama gong, kata-kata semacam itu lumrah digunakan untuk membangun suasana cerita. Ia khawatir jika semua drama gong harus memakai bahasa Bali alus tanpa pengecualian, akan mengurangi daya tarik pertunjukan.

“Kita semua tahu drama gong kan?! Kata-kata seperti itu biasa. Jika drama gong semua pakai bahasa Bali sor singgih, bagaimana jadinya? Siapa yang mau nonton? Kreativitas seniman jangan dibatasi,” tegasnya.
De Gadjah pun mengingatkan agar rivalitas politik yang sudah selesai tak lagi dibawa ke ranah seni dan budaya. Ia menilai memblokir seniman karena alasan politik adalah tindakan tidak dewasa.
“Jika sampai urusan politik yang sudah selesai masih dibawa-bawa sehingga artis-artis atau seniman-seniman yang mendukung saya di pilgub kemarin job-nya di-block atau tidak diizinkan tampil di mana-mana, itu hal yang sangat tidak baik dan tidak dewasa dalam berpolitik,” lanjutnya.
De Gadjah juga menyebut telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Bali, Wayan Koster.
“Saya sudah bicara dengan Pak Gubernur via telepon. Dan saya bicara bukan hanya untuk Pekak Petruk saja, tapi untuk semua seniman dan artis yang job-nya di-block dan tidak diizinkan tampil di Bali. Respons beliau baik, beliau tidak tahu dan tidak ada menginstruksikan seperti itu,” ungkapnya.
Pembicaraan antara gubernur Koster dan De Gadjah bukan cuma tentang seniman, tapi juga tentang beberapa program di Bali yang memang perlu dukungan dari pusat. "Dan kita memang sering diskusi dengan beliau," imbuhnya.
Gubernur, lanjut De Gadjah, akan menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan jajaran serta kadernya agar tidak melakukan hal semacam itu.
“Mari kita bersinergi bersama membangun Bali. Hajatan politik sudah selesai, sekarang adalah hajatan bersama membangun Bali agar Bali semakin baik. Intinya saya bicara mengenai semua artis atau seniman yang berbeda pandangan politik, janganlah dizolimi,” tutup De Gadjah.
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2497 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun