Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Angka Kematian Bayi di Bali Rendah, Tapi Kasusnya Masih Memprihatinkan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meski angka kematian bayi di Bali tergolong rendah dibandingkan rata-rata nasional, kasus yang terjadi masih memprihatinkan.
Penyebab utamanya, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), adalah keterlambatan masyarakat dalam membawa bayi sakit ke fasilitas kesehatan.
Hal ini disampaikan oleh Dr. IGN Sanjaya, Sp.A(K), Ketua IDAI Cabang Bali, dalam sebuah pertemuan di Sanur, Denpasar.
“Setiap kematian bayi pasti ada auditnya. Salah satu penyebab yang paling sering adalah keterlambatan datang ke rumah sakit. Bayi yang datang dalam kondisi gawat biasanya sudah terlambat ditangani,” ujarnya, Sabtu, (14/6/2025) di Sanur, Kota Denpasar.
Senada dengan itu, Ketua Umum IDAI Pusat, Dr. dr. Piprim B. Yanuarso, Sp.A (Kardio) menegaskan bahwa angka kematian bayi di Indonesia masih jauh di atas negara-negara maju.
“Singapura sudah satu digit, kita masih dua digit. Salah satu faktor utamanya adalah terlambatnya rujukan karena kurangnya pemahaman masyarakat soal tanda-tanda kegawatan pada bayi,” jelasnya.
Piprim menekankan pentingnya peran kader dan masyarakat dalam mengenali gejala kegawatan seperti bayi sesak napas, tidak aktif, atau membiru akibat gagal jantung. Edukasi ke tingkat desa dianggap vital dalam mempercepat penanganan dan rujukan ke rumah sakit.
Tak hanya faktor medis, tantangan geografis, budaya, hingga infrastruktur juga turut mempersulit proses rujukan di berbagai wilayah, termasuk di Jawa Barat dan daerah-daerah terpencil di Indonesia.
Baca juga:
Rendah, Angka Kematian Bayi dan Ibu di Bali
“Masalahnya bukan sekadar kekurangan dokter, tapi banyak bayi datang sudah dalam kondisi kritis karena telat dikenali dan telat dirujuk,” tegas Piprim.
IDAI berharap partisipasi aktif masyarakat dalam mengenali dan segera membawa bayi ke fasilitas kesehatan saat menunjukkan tanda-tanda bahaya, dapat menekan angka kematian dan kesakitan bayi di Indonesia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5897 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4625 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2592 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2235 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2209 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan