Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Angka Kematian Bayi di Bali Rendah, Tapi Kasusnya Masih Memprihatinkan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meski angka kematian bayi di Bali tergolong rendah dibandingkan rata-rata nasional, kasus yang terjadi masih memprihatinkan.
Penyebab utamanya, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), adalah keterlambatan masyarakat dalam membawa bayi sakit ke fasilitas kesehatan.
Hal ini disampaikan oleh Dr. IGN Sanjaya, Sp.A(K), Ketua IDAI Cabang Bali, dalam sebuah pertemuan di Sanur, Denpasar.
“Setiap kematian bayi pasti ada auditnya. Salah satu penyebab yang paling sering adalah keterlambatan datang ke rumah sakit. Bayi yang datang dalam kondisi gawat biasanya sudah terlambat ditangani,” ujarnya, Sabtu, (14/6/2025) di Sanur, Kota Denpasar.
Senada dengan itu, Ketua Umum IDAI Pusat, Dr. dr. Piprim B. Yanuarso, Sp.A (Kardio) menegaskan bahwa angka kematian bayi di Indonesia masih jauh di atas negara-negara maju.
“Singapura sudah satu digit, kita masih dua digit. Salah satu faktor utamanya adalah terlambatnya rujukan karena kurangnya pemahaman masyarakat soal tanda-tanda kegawatan pada bayi,” jelasnya.
Piprim menekankan pentingnya peran kader dan masyarakat dalam mengenali gejala kegawatan seperti bayi sesak napas, tidak aktif, atau membiru akibat gagal jantung. Edukasi ke tingkat desa dianggap vital dalam mempercepat penanganan dan rujukan ke rumah sakit.
Tak hanya faktor medis, tantangan geografis, budaya, hingga infrastruktur juga turut mempersulit proses rujukan di berbagai wilayah, termasuk di Jawa Barat dan daerah-daerah terpencil di Indonesia.
Baca juga:
Rendah, Angka Kematian Bayi dan Ibu di Bali
“Masalahnya bukan sekadar kekurangan dokter, tapi banyak bayi datang sudah dalam kondisi kritis karena telat dikenali dan telat dirujuk,” tegas Piprim.
IDAI berharap partisipasi aktif masyarakat dalam mengenali dan segera membawa bayi ke fasilitas kesehatan saat menunjukkan tanda-tanda bahaya, dapat menekan angka kematian dan kesakitan bayi di Indonesia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2504 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun