Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Cuaca Buruk, Kapal LCT Kandas di Perairan Padangbai
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Angin kencang dan gelombang tinggi disinyalir menjadi penyebab kandasnya kapal jenis LCT (Landing Craft Transport) Arjuna Giri Nusa rute Padangbai-Nusa Penida di perairan Padangbai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, pada Senin (16/6/2025).
Informasi diperoleh, kapal LCT tersebut baru datang dari Nusa Penida dengan maksud hendak bersandar di Dermaga 2 Pelabuhan Padangbai. Namun, akibat kondisi cuaca buruk dan ombak cukup besar, kapal tersebut justru kandas dan menjauh dari dermaga.
Manager ASDP Padangbai, Andri Matte, membenarkan kabar kandasnya kapal tersebut. Ia menyebutkan bahwa saat ini sejumlah awak telah memasang tali ke badan kapal guna mencegah kapal terbawa arus semakin jauh dari dermaga.
“Ya benar, tadi beberapa orang sudah memasang tali ke kapal LCT tersebut agar tidak kandas semakin jauh dari Dermaga,” ungkap Andri Matte kepada wartawan, Senin (16/6/2025).
Diketahui, kapal LCT tersebut sebelumnya mengangkut beberapa truk bermuatan BBM. Namun, saat insiden terjadi, truk yang berada di atas kapal sudah dalam keadaan kosong karena BBM yang dibawa telah diturunkan di Nusa Penida.
Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi kapal LCT tersebut masih menunggu bantuan tug boat untuk menarik kapal menuju Dermaga 2. Meski kandas, kondisi kapal dikabarkan cukup stabil walaupun sedikit bergoyang diterjang ombak besar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 350 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 302 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 225 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun