Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Topeng Gases Denpasar Pukau PKB 2025
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pagelaran Rekasedana Kesenian Topeng Gases Bali sebagai Duta Kota Denpasar sukses memukau penonton dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII. Pementasan digelar di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center, Kamis (26/6) malam.
Mengangkat Tradisi Nyenuk Sudamala Bhuana, pementasan ini menghadirkan sajian topeng khas Denpasar yang memikat ribuan pasang mata penonton.
Acara ini turut dihadiri Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, Anggota DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Kurator PKB XLVII Prof. Dr. I Made Bandem, serta masyarakat yang antusias memadati Kalangan Ayodya.
Sajian dimulai dengan Topeng Panglembar, yakni Topeng Keras dan Topeng Tua, disusul penokohan Penasar, Wijil, Dalem Arsa Wijaya, Punakawan, Parekan, Patih, dan diakhiri dengan Topeng Dalem Sidakarya.
Koordinator Sekaa Topeng Gases Bali, Ketut Indra Wijaya menjelaskan, dalam tradisi Hindu Bali, Nyenuk bermakna upacara mengukur dan menakar sebagai puncak penyempurnaan rangkaian yadnya.
"Upacara ini melambangkan keseimbangan Tri Hita Karana, yakni ketaatan pada dewata atau parahyangan, harmoni sesama manusia atau pawongan, dan penghormatan pada alam atau palemahan. Nyenuk adalah wujud ritual sebelumnya dimurnikan sebelum persembahan naik ke khayangan," jelasnya.
Dikisahkan, ketika Ida Dalem Waturenggong dan para abdi masyarakat melakukan yadnya di Pura Basukian, suasana penuh khidmat tercipta dengan semangat ngayah seluruh warga. Tarian sakral ditampilkan pada momen-momen khusus, dan Ida Dalem Sidakarya hadir sebagai simbol pemurnian dan penutup prosesi.
"Cerita ini di garap dalam sebuah pementasan seni ini bukan sekadar hiburan, tetapi merupakan wujud rasa syukur mendalam ke hadapan Sang Pencipta atas kelancaran upacara dan kehidupan yang diberkahi. Dalam tarian itu, tersirat doa-doa, harapan, dan penghormatan kepada para dewata, alam semesta," tambahnya.
Baca juga:
Wagub Cok Ace Mesolah Topeng Sidakarya di Karya Maligia Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung
"Upacara Nyenuk ritual yang mengukur kesempurnaan yadnya melalui seni dan spiritualitas. Pementasan ini adalah refleksi Nyastra-Nyagini dengan seni sebagai ritual masyarakat Bali. Topeng Sidakarya dihidupkan bukan sebagai tontonan, melainkan tirta yadnya air suci yang mengalirkan dharma melalui gerak, nada, dan makna," tegas Indra Wijaya.
Sementara itu, Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana memberikan apresiasi atas penampilan apik Sekaa Topeng Gases Bali.
"Tadi kita saksikan penampilanya sudah maksimal dan luar biasa, bahkan sukses mengundang gelak tawa penonton, semoga kesenian Topeng di Kota Denpasar tetap ajeg dan lestari," ujarnya.
Pagelaran ini sekaligus menunjukkan komitmen seniman Denpasar dalam melestarikan tradisi, regenerasi, dan kekuatan sekaa sebunan dalam menjaga seni budaya Bali tetap hidup di masyarakat.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2497 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun