Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
DPRD dan Pemkab Badung Matangkan Strategi Atasi Sampah Musim Angin Barat
BERITABALI.COM, BADUNG.
Ancaman sampah terbawa angin barat ke pesisir pantai kembali menjadi perhatian serius DPRD dan Pemkab Badung.
Dalam Rapat Paripurna, Kamis (14/8/2025), agenda penyampaian jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD memunculkan komitmen bersama untuk menuntaskan masalah yang berulang tiap tahun ini.
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, menegaskan seluruh fraksi sudah menerima jawaban pemerintah yang memuat langkah penanganan sampah lebih taktis dan terencana.
Musim angin barat yang segera datang, menurutnya, kerap membawa timbunan sampah ke pantai barat Badung sehingga mitigasi harus dimulai sejak awal.
“Kami mendorong pemerintah untuk memperhitungkan kondisi ini dari awal. Tanpa penanganan cepat, persoalan akan menumpuk. Skema taktis sudah ada, tinggal dijalankan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti perlunya optimalisasi TPST dan TPS3R yang ada, pengembangan tebe modern di wilayah Badung Utara, serta penyesuaian strategi di kawasan selatan dan perumahan padat.
Kolaborasi dengan desa adat sesuai Perda Provinsi Bali tentang pengelolaan sampah berbasis sumber dinilai menjadi kunci keberhasilan.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, memastikan pemerintah sejalan dengan masukan DPRD. Ia hadir bersama Sekda dan Forkopimda Badung untuk menyampaikan jawaban pemerintah atas pandangan umum tiga fraksi terkait Rancangan Perubahan APBD 2025 serta Rancangan KUA PPAS 2026.
“Apa yang disampaikan fraksi-fraksi sudah kami tindaklanjuti dalam bentuk langkah konkret. Harapannya, semua usulan ini bisa kami laksanakan demi kepentingan masyarakat Badung,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: DPRD Badung
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun