Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Puskeswan Gianyar Vaksinasi Rabies di Sepanjang Rute Lari Marathon
BERITABALI.COM, GIANYAR.
UPTD Puskeswan III Kabupaten Gianyar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan event lari marathon yang digelar pada Minggu (24/8/2025).
Bentuk dukungan dilakukan melalui kegiatan vaksinasi rabies massal di desa-desa yang dilalui rute lomba.
Kepala UPT Puskeswan Gianyar, drh. Arya Dharma, menjelaskan vaksinasi menyasar anjing peliharaan warga maupun anjing yang dilepasliarkan di sepanjang lintasan lomba.
“Selain vaksinasi rabies, kami juga melakukan eliminasi selektif terhadap anjing yang dianggap meresahkan masyarakat dan berpotensi mengganggu jalannya lomba maupun keamanan peserta marathon,” ujarnya.
Langkah ini, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen UPT Puskeswan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran acara berskala internasional tersebut.
“Kami ingin memastikan peserta marathon maupun masyarakat sekitar merasa aman, sehingga pelaksanaan Maybank Marathon di Gianyar bisa berjalan lancar,” tambah Arya Dharma.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menyambut perhelatan olahraga internasional sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi rabies pada hewan peliharaan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun